Sepotong Harddisk Yang Baru

  • 0
Alhamdulillah, Sungguh ternyata solusi itu dekat, dan bisa jadi sudah ada sejak lama. 

Saya mempunyai laptop yang berkapasitas HDD sebesar 500GB. Awalnya laptop itu saya siapkan untuk digunakan dengan OS Windows 7, agar tidak memerlukan banyak space untuk operasinya, cukup 20GB.

Kemudian, suatu ketika saya memutuskan untuk mengupgradenya ke versi Windows 8 yang dari pengalaman saya mencoba di laptop teman, ternyata lebih ringan dan kinerjanya lebih cepat. Setelah itu, ternyata space yang digunakan oleh OS tadi yang awalnya hanya 10GB membengkak hingga dua kali lipat, sehingga sisa ruang kosong (free space) di drive C (tempat menginstall Windows 8) hanya sebesar 1GB (itupun belum termasuk cadangan tempat yang digunakan untuk pagefile)

Alhasil, setiap saya hendak menggunakannya untuk bekerja membuat desain, khususnya menggunakan Photoshop, selalu lambat dan terkadang malah ngehang. Maklum saja karena sisa space terkuras habis bahkan seringkali hanya tinggal ratusan KB saja..

Kejadian ini terus berlangsung sejak saya menginstal Win8 itu, hingga pagi ini, karena saya sendiri belum menemukan solusi atas masalah saya tersebut. Saya pun sempat memikirkan solusi pemecahannya, salah satunya yaitu memindahkan semua data dari laptop ke HDD eksternal, dan mempartisi ulang HDD-nya.

Sepertinya masuk akal dan sangat mungkin diaplikasikan. Namun, masalahnya HDD Eksternal yang sekarang saya miliki hanya berkapasitas 320GB, itupun hanya menyisakan sedikit ruang kosong (alias hampir penuh), rencana itu pun akhirnya ditunda sementara sembari mencari cara agar bisa dapat storage sebesar 500GB agar bisa berhasil.

Beberapa hari yang lalu, terjadi masalah serius pada beberapa aplikasi di laptop saya yang kemudian mengharuskan saya untuk menginstal ulang windowsnya, mau tidak mau akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang Windows 8 dan mempartisi Ulang HDD.

Apa yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah bagaimana caranya agar drive tempat windows 8 tersebut diinstal, kapasitasnya lebih besar dari sebelumnya. Karena percuma saja kalau install ulang jika kapasitasnya masih sama seperti sebelumnya, tidak menyelesaikan masalah dengan tuntas namanya.).

Tiba-tiba saya teringat, Aha! saya masih ada drive D: yang kapasitasnya 50GB, lumayan cukup untuk memindahkan data, jika saya bisa mengosongkan isinya dan kemudian digabung dengan drive C: (20+50 = 70, begitu pikiran saya).

Seolah mendapat pencerahan, akhirnya saya pun mengosongkan isi drive D: ke HDD eksternal saya yg 320GB tadi, tentu awalnya agak kesulitan karena kalau dihitung-hitung spacenya terbatas dan khawatir tidak akan mencukupi.

Namun, setelah saya periksa kembali, ternyata banyak sekali file-file lama dan tidak begitu penting (seperti film, lagu, dll) yang memakan banyak tempat di HDD eskternal, dan sebenarnya bisa dihapus.

Setelah menghapus banyak file-file yang tidak penting dan meresize koleksi foto, akhinya saya berhasil mendapatkan tambahan free space sebesar 20GB (Wow...besar sekali ya O_O). Free Space sebesar itu pun bisa digunakan untuk memindahkan seluruh isi drive D: dengan lancar.

Setelah drive D: kosong, tiba saatnya untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, INSTALL ULANG. Tahap pertama yang harus dilakukan pastinya menyiapkan tempat untuk instalasinya. Seperti rencana awal, saya ingin menggabungkan drive C: & D: menjadi satu partisi.

Oke, mulailah saya booting dari flashdisk, kemudian masuk ke bagian partisi. Langkah ini dimulai dengan menghapus partisi drive C, begitu juga drive D, dan membuat partisi baru dari free space yang belum dipartisi, sesederhana tu.

Semua berjalan normal sampai negara api menyerang, sampai muncul pesan error "Cannot create partition on disk 0 Partition 1" (alias drive D yang belum dipartisi.
Astaghfirullah.. kenapa ini?? Saya kira saya sudah berhati-hati benar dengan menyelamatkan semua data di kedua drive, dan menghapusnya, tanpa mempengaruhi drive lain (catatan, selain C & D, ada dua drive lagi yang masing-masing kapasitasnya 175GB dan 211GB).

Ternyata, ada satu hal yang saya lupakan.

Teman-teman mungkin tahu istilah primary partition dan extended partition kan? (kalau belum tahu, silahkan cari di kamus wikipedia, atau tanyakan kepada mbah google, hehe. Karena kalau saya yang menjelaskan, tarif perjamnya 50.000 lho, dan bisa jadi tidak cukup satu hari menjelaskannya. Mau? :D)

Nah, hal penting dari konfigurasi HDD saya adalah si drive C tadi adalah primary partition, dan sisanya menjadi extended partition, yang didalamnya saya bagi lagi menjadi 3 bagian: drive D (50GB), drive E (150GB), dan drive F (211GB) dan semuanya adalah logical drive dengan Format NTFS.

Berikut adalah skema pembagian partisi harddisk saya, supaya lebih tergambar bagaimana kondisinya:
Ilustrasi Skema HDD saya

Nahasnya saudara-saudara, saya tiba-tiba lupa kalau primary partition itu tidak bisa langsung digabungkan dengan extended partition, apalagi dengan logical drive yang didalamnya. Alasannya kenapa, saya juga bingung menjelaskannya, mungkin karena belum cocok kali ya, hehe :D

Ibaratnya mah, tidak bisa saya menggabungkan uang saya yang ada di dompet dengan uang yang ada di rekening bank, supaya jumlahnya lebih besar. Biarpun sama-sama rupiah dan kartu ATM nya juga ada di dalam dompet itu, tetap tidak bisa. (jelas tidak? sepertinya belum jelas ya, hehe.)

Oke, sederhananya, seperti kucing persia yang tinggal satu rumah dengan kucing anggora tetapi keduanya ditematkan di dua kandang berbeda. Kucing yang dalam kandang tidak bisa sekalipun keluar dari kandang itu apapun yang terjadi, ada batasan yang jelas diantara mereka berdua. Mereka punya dunia masing-masing, meskipun bisa saling berinteraksi.

Nah, si kucing persia tidak bisa kawin dengan anak kucing yang ada di kandang anggora, biarpun keduanya saling mencintai.. (jadi malah ngaco yah?) SKIP.
Intinya begitu lah, si drive C dan D, keduanya tidak bisa bersatu dalam satu ikatan suci.. *menyedihkan ya :(

Akibatnya, sisa 50GB dari drive D tadi, tidak bisa dipartisi dan otomatis tidak bisa digunakan. 50GB terbuang sia-sia, ada tapi seperti tidak ada..
Tapi, install ulang tetap harus dilanjutkan, karena besoknya laptop ini harus bisa digunakan kembali untuk bekerja, mau tidak mau saya terpaksa menggunakan drive C dengan kapasitas 20GB..

Dan, begitulah jadinya, seperti di awal tadi, windows 8 yang installernya cuman 3 GB, begitu di install hanya menyisakan free space 3GB. Kemudian diinstall Adobe Photoshop CS6, tinggal 2GB, install CorelDraw X6, tinggal 1GB, itu belum Officenya. Terpaksa, mau bikin dokumen pake Wordpad atau syukur-syukur kalau konek internet bisa pake google docs. *tepokjidat

Satu minggu berlalu dengan laptop yang kehilangan sebagian jiwanya.. Saya pun mencoba mengakali gimana caranya supaya HDD Eksternal saya yg 320GB itu cukup untuk menampung semua data dari laptop, ternyata tidak bisa.

Saya pun berencana untuk membeli HDD Eksternal sebesar 500GB, dan ketika melihat harganya, ngga jadi deh, hehe. Karena dihitung-hitung dari gaji dan tabungan sangat pas, hanya sisa sedikit untuk keperluan lain. Kecuali saya mau bulan depan ngga makan dan ngga kemana-mana, diem aja di kamar. Lagipula, uangnya masih bisa digunakan untuk keperluan lain. Ya, sementara ini belum ada solusinya.

Namun, hari ini mungkin jadi titik balik dimana ia bisa menemukan kembali jiwanya yang hilang dan hidup dengan "Sepotong Harddisk Yang baru" (bukan sepotong hati yg baru nya bang Tere Liye ya :p) Ya, karena hari ini Allah menghadirkan solusi atas masalah saya, tepat ketika hampir berencana membumi hanguskan isi HD eksternal saya.

Malam ini, saya pulang kerumah setelah shalat tarawih di beberapa masjid, ceritanya tarawih keliling, 4 masjid dalam semalam, percaya ngga? Gpp sih ngga percaya juga, tapi saya ngga bohong kok, suerr ._.V (Tarawihnya sih di dua masjid, 2 nya lagi cuman minta jadwal penceramah tarawih ke dkm, hehe) Sebelum sampai di rumah, istirahat dulu di pinggir jalan sambil minum susu murni anget, hmm.. SKIP

Sampai dirumah, saudara laki-laki saya yg paling dewasa (masih muda soalnya, blm pantes dibilang paling tua :P) tiba-tiba nanya,
"Bal, punya instalan Windows 8 ngga?"
Saya pun jawab, "Iya, ada. Mau dikopiin?"
"Iya, boleh. Nanti aja, kamu beres-beres dulu aja"
"Iya"
Orangnya emang ramah dan baik banget.

Setelah meletakkan barang (yang mirip kaya orang pindahan, kata temen-temen sih), saya pun membuka laptop, dan menyiapkan file yang dimaksud.
"filenya ada di laptop, ada flashdisk?", Tanyaku
Akhirnya si Mas nyodorin HDD eksternal, "Kesini aja ya, cukup kan?"
"oke"

Sampai sini, saya masih belum "ngeh"

Oke, saya pun menyalin installer windows 8 dalam bentuk Iso ke HDD Eksternal itu, waktu saya lihat, si HDD ternyata kapasitasnya 1TB, dan masih nyisa 386GB lagi. Subhanallah... Jelas cukup banget lah..
dan saya pun belum paham juga ada apa dibalik kejadian ini.

Namun begitu saya mau melepas itu HDD, dan ngelihat daftar drive yg ada di My Computer, baru saya "ngeh" dan tiba-tiba dapat pencerahan... Ternyata, jika digabungkan seluruh file yang ada di drive C, D, dan E totalnya persis 386GB! Alhamdulillah, Ya Allah ternyata ini solusi atas masalah saya! Terimakasih Ya Allah..

Langsung saja ketika saya kembalikan HDD itu lagi, sekaligus saya minta ijin agar bisa menggunakan HDD itu untuk backup sementara, dan beliau mengijinkan dengan sukarela. Allahu akbar!

Ketika saya ingat-ingat lagi, ternyata banyak sekali tanda-tanda bahwa itu akan menjadi "Tongkat Musa" saya yang Allah tunjukkan lewat kejadian ini:
  • Selama ini itu HDD udah ada di dekat saya, hampir setiap hari ada di rumah. Beberapa bulan yg lalu pun saya sempat minjem buat ngopi file dari PC Saudara saya ini ke laptop saya (karena flashdisk lagi dipinjem)
  • Setiap kali 'sliwer-sliwer' mau masuk ke kamar pun, HDD itu ada di atas meja dekat tangga dan kelihatan banget. 
  • Aksi yang saya lakukan cukup sederhana, cukup meminjam HDD nya dan menyalinkan installer yang diminta.
Tapi kenapa saya ngga pernah kepikiran kesitu ya? Itulah indahnya rencana Allah, Dia yang Maha Tahu kapan waktunya kita membutuhkan sesuatu..
**

Nah, teman-teman semua, mungkin diantara kita banyak yang saat ini sedang mengalami masalah, entah itu di keluarga, teman, atau masalah dengan diri sendiri. Baik itu soal perasaan, keuangan, keinginan, dll. dan mungkin, kita sudah lama mencari solusinya, tapi kok sepertinya ngga ketemu-ketemu ya? Sampai beberapa kali sempat hampir putus asa dan menyalahkan Allah karena kita anggap ngga perhatian sama kita.

Teman-teman, coba perhatikan lagi, tanpa kita sadari sebetulnya bisa jadi solusi atas masalah kita itu sangat sederhana dan bahkan sangat dekat dengan kita, dia sudah lama menanti perhatian kita, tapi kita sama sekali tidak menghiraukannya, dan lebih memilih mencari solusi itu diluar yang jauh-jauh, yang kita belum tentu bisa meraihnya. Padahal, bisa jadi solusi itu sudah ada sejak lama, di dalam diri kita, di sekitar kita, bersama kita sepanjang waktu.

Seperti halnya tongkat musa. Teman-teman masih ingat kisah ketika Nabi musa dikejar-kejar tentara Fir'aun hingga ke tepi laut merah? Nah, disitu sama kondisinya, ketika Nabi Musa menghadapi masalah, yaitu laut dan dalam keadaan terjepit seperti itu, solusinya hampir tidak mungkin ditemukan. Tapi dengna kuasa Allah, Nabi Musa mendapatkan wahyu untuk memukulkan tongkatnya, hingga akhirnya Laut yang ada di hadapannya itu pun terbelah, dan Beliau bersama dengan para pengikutnya bisa menyeberang dengan selamat dan terbebas dari ancaman pasukan Fir'aun.

Nah, teman-teman, coba perhatikan kira-kira apa yang menjadi solusi atas masalah Nabi Musa? Ya, tongkat. Tongkat kayu yang sejak dulu sudah ada ditangan Nabi Musa, yang selalu digenggam kemanapun beliau pergi.

Kita Bisa belajar dari Tongkat Musa ini. Tongkat itu sederhana, dekat, dan tindakan yang dilakukan oleh Nabi Musa pun sederhana, hanya memukulkannya ke laut dan masalah pun selesai. Bisa jadi, solusi atas masalah kita itu sebenarnya cukup sederhana, dan ia dekat dengan kita, begitu juga kita hanya perlu melakukan tindakan sederhana agar masalah itu dapat terselesaikan.

Kita yang punya keinginan jadi pebisnis, coba lihat disekitar kita, apakah ada barang yang sebenarnya bermanfaat, tapi belum banyak orang yang menggunakannya dan bisa kita jual. Coba jual, minimal dimulai dengan membantu teman kita menjualkan barangnya, kita sudah melakukan aksi untuk menjadi seorang pebisnis.

Kita yang ingin jadi penulis, punya banyak karya tulisan, mungkin tidak harus punya blog yang pengunjungnya jutaan, atau menang lomba cerpen nasional. Mungkin cukup dengan menulis tweet-tweet sederhana, setiap hari, rutin.. Toh akun twitter kita sudah ada sejak lama kan? Kenapa ngga dimanfaatkan?

Teman-teman yang sudah siap untuk menikah, tapi calonnya belum ketemu-ketemu, mungkin ia ada di dekat kita, entah temen satu kampus, temen sma, dsb.. (Silahkan dimaknai sendiri ya, hehe :D)

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari Tongkat Musa ini. Tentang hal yang sederhana, hal yang dekat dengan kita, dan kita cukup melakukan hal sederhana untuk menjadikannya jalan untuk menyelesaikan masalah kita.

Semoga bermanfaat, dan selamat mencari, semoga ketemu tongkat musanya ya :D

NB: Sampai tulisan ini diposting pun, saya masih menunggu hingga proses pemindahan data selesai, mungkin memakan waktu hingga nanti subuh, tidak apa-apa yang penting bisa selesai. Makasih banyak mas Wicak atas pinjamannya, hehe

Bandung, 11 Ramadhan 1434 / 20 Juli 2013 00.45

**
#‎BelajarDariTongkatMusa - Inspirasi dari Kang Rendy Saputra, Grand Master Muda Mulia.

Pingin tahu lebih dalam tentang hikmah dibalik Tongkat Musa? Simak video Inspirasi Muda Mulia, Episode Tongkat Musa disini

Semoga terinspirasi, dan selamat menginspirasi sahabat lainnya :)

INSPIRASI MUDA MULIA

Inspirasi Muda Mulia 1: 12 Mei 2013 (8 Topik, Bonus Gamis Keke Collection)

Inspirasi Muda Mulia 2 : 30 Juni 2013 (6 Topik, Bonus Madu Pahit Al-Mahaz)

Inspirasi Muda Mulia 3 : 20 juli 2013 (6 topik, Guest Star: Marshanda, bonus paket kosmetik wardah)

Nantikan Inspirasi Muda Mulia 4, 22 September 2013. Agendakan dari sekarang!

Insya Allah #InspirasiMM-4 hadir dengan topik yang pastinya lebih menginspirasi dan dengan manfaat lain yang sayang untuk dilewatkan.

sst.. kabarnya bakal ada bintang tamu super di #InspirasiMM-4 nanti, siapa? kakek JamilAzzaini!

So jangan sampai kehabisan tiketnya ya :D

Setiap orang ingin sukses, dan untuk sukses butuh inspirasi. Dapatkan inspirasi sukses dalam Inspirasi Muda Mulia, bersama Kang Rendy Saputra - Follow @kangrendy

Inilah Caraku Mencintaimu

  • 0
Bandung, tahun Kedua

Bidadariku
Hari ini aku menyapamu, tepat setahun setelah kejadian itu.
Tidak, bukan dengan nama atau teguran
Karena aku tidak sanggup bertemu denganmu, sungguh tidak mudah bagiku

Terpisah jarak yang begitu jauh, hanya tulisan yang mengantarku padamu
Hanya dengan tulisan, kadang beberapa huruf, kuhampiri lembar catatanmu
Mungkin kau lupa, atau memang tidak pernah ingat.
Bahwa aku pendengar setiamu

Lewat tulisan, aku mengenalmu
Entah mungkin begitu juga denganmu
Setiap goresan pena yang kau buat, tak pernah sekalipun terlewat
Setiap coretanmu menjadi lukisan tersendiri di dalam hatiku
Membaca baris demi baris ketulusan, kejujuran dan kesungguhan
Menyadarkanku akan berbagai hal dalam kehidupan

Setiap kali ada tulisanmu yang baru
Satu, dua, tiga orang membaca lembaranmu
Puluhan pasang mata bertemu
Mereka tersihir, mengharu biru
Beberapa dari mereka bahkan menangis, terharu dibuatmu
Penulis hebat pun cemburu
Dan ketahuilah, satu dari mereka adalah aku
Maka aku pun begitu

Dalam setiap sujud panjangku
Kuselipkan namamu dalam bait doaku
Kadang ku malu
Merasa tak pantas bersanding denganmu
Aku pun pergi menjauhimu
agar hadirku tak menodaimu
Bersembunyi dalam ruang semu
Seperti lupa akan diriku

Aku berharap suatu saat kita kan bertemu
Saat dimana aku menjadi yang terbaik untukmu, dan engkau adalah yang terbaik untukku
Meski kita tak pernah tahu, kapankah itu
Berjuang penuhi janji bersatu, berdamai dengan waktu

Bidadariku, maafkan aku yang selalu merindu
Meski tiada kata terucap dihadapmu
Namun doaku selalu ada di belakangmu
Inilah caraku mencintaimu

Kota Tua Beraroma Coklat, 20072011

Ketika Rindu itu Menyapamu

  • 0
Ketika rindu itu menyapamu
Diam dan membisu menghampirimu
Mematung, tertahan dalam pelukan waktu
Karena ia rindu, yang perlahan memburu

Dalam diamnya waktu, kita melukis siluet rindu
Dari sebutir embun, kemudian awan
Terkadang tenggelam dalam harapan
Bersama impian dalam kanvas berwarna biru

Negeri Punggung Awan,
5 Juni 2013 - 11:25

Dialog Langit dan Bumi: Tentang Awan dan Pelangi

  • 0
Tak perlu banyak bicara, hanya berbagi dan biarkan imajimu mengartikannya sendiri, seperti diamnya langit dan bumi penuh makna yang menarik untuk diselami.

Inilah, dialog Langit dan Bumi, yang tersimpan dalam memori, berjalan seiring dalam harmoni.
 

 **
Semua berawal dari mimpi, tapi mimpi itu kau biarkan tertutup kabut. Kenapa bukan awan? yg putih dan indah melayang menjelajahi angkasa?

Bukankah kabut juga putih? Tidak. Kabut itu putih, karena kau dekat dengannya. Namun ia membuat pandanganmu menjadi kabur

Pandangan jauh ke depan, Visi. Sulit memandang masa depan jika tertutup ka
but. Kabut itu putih, seperti uban menandakan mimpimu yg habis dimakan usia

Awan juga putih, tapi putih karena tercipta dari kumpulan titik-titik air dan membentuk gumpalan yang indah

Seperti harapan, titik-titik harapan menjadi sebuah mimpi besar yang luar biasa. Mimpi itu melayang-layang di angkasa

Pelangi, Awan juga membawa titik-titik air, harapan, yang dengan sedikit cahaya mentari, maka muncul lah pelangi

Awan, titik-titik harapan, ibarat sebuah mimpi besar yang menyibakkan pelangi, pelangi yang menginspirasi seluruh manusia

Kenapa orang bilang "gantungkan cita-citamu setinggi langit"? mungkin karena mereka tahu, cita-cita itu seperti awan #DreamBig


Bandung, 4 Juli 2012
#Iqbal Arubi, Setitik embun dari Negeri Punggung Awan

Metrum Calamum - 270 hari dalam ukuran pena

  • 0

[H-238]

Hari ini, sudah lewat 32 hari sejak pertama kuputuskan menghitung mundur dari angka 270, yang menjadi titik awal komitmen perubahan diri.

Entah angin apa yang membisikiku untuk memunculkan sederet angka berjajar tiga itu, 270, tepat 1 jam setelah menghadiri sebuah Training yang menjadi titik ledakan perubahan diri saya, Training Muda Mulia 5.

Dua Ratus Tujuh Puluh, angka yang cukup besar memang, apalagi mengingat angka sebesar itu hampir mendekati jumlah hari dalam satu tahun. Waktu yang dibutuhkan kebanyakan kita untuk melakukan perubahan diri, ditandai dengan adanya tulisan berjudul Resolusi Tahun xx di setiap awal tahun.

Bukan, bukan sekedar itu. 270 disini mewakili satu set perhitungan mundur, akan adanya suatu kejadian besar yang terjadi dalam kehidupan saya, mungkin juga menyangkut anda yang membaca tulisan ini.

Sering kita temui hitungan mundur serupa dialamatkan pada orang-orang hebat, tentang hitungan mundur komitmennya dalam memenuhi ekspektasi masyarakat, misalnya tentang janji perubahan yang akan dilakukan dalam masa jabatan 100 hari kerja seorang gubernur.

Ya, 270, bukan 100. Tidak perlu perhitungan rumit dengan berpoin-poin pertimbangan untuk merumuskan lahirnya angka itu. Angka itu muncul begitu saja, seperti ilham dari Tuhan.

Masih berfikir 270 itu besar? baiklah, saya bantu untuk menyederhanakannya, 270 itu adalah hitungan hari, yang jika dibagi dalam bilangan bulan, ia hanya menyisakan angak 9. Ya, 9 bulan, sama seperti waktu normal usia kandungan seorang ibu.

Mungkin itulah salah satu alasan mengapa saya memilih angka 270 untuk hitung mundur ajaib ini, karena dengan kata lain ia sama dengan 9 bulan. Saya berharap ini seperti menghitung hari-hari menjelang kelahiran seorang bayi, benih baru, jiwa baru yang lahir dari hasil perkawinan antara mimpi dan ikhtiar perubahan.

Alasan lainnya adalah, saya sedikit banyak menyukai angka 27, mungkin lebih tepatnya hormat. Akan 27 derajat yang diberikan kepada orang yang shalat berjamaah, kejadian Isra' Mi'raj yang diperkirakan tanggal 27 Rajab, dan mungkin sesuatu yang terjadi di tanggal 27 lainnya.

Tapi mengapa tidak mengambil 27 saja? bagi saya angka itu terlalu kecil, bahkan dengan tipikal saya yang cenderung praktis dan kadang kurang terencana, tentu 27 hari itu waktu yang sangat singkat, kalau tidak bisa dibilang terburu-buru.

Agaknya, waktu kurang dari satu bulan itu baru cukup untuk merumuskan rencana perubahan itu sendiri, belum sampai tahap realisasinya. Seperti janin, yang masih baru berbentuk gumpalan daging, belum jelas terlihat wujudnya.

Dua Ratus Tujuh Puluh, hitungan mundur peluncuran jiwa baru yang melesat terbang.

Dua Ratus Tujuh Puluh, apakah itu tentang impian sayap utuh yang membantu terbang ke surga, atau kunjungan singkat ke Masjidil Haram, atau secuil tanda berwarna emas yang disematkan di sampul buku. Apapun itu, saya berdoa kepada Allah agar di akhir hitungan itu, akan terjadi sesuatu yang luar biasa, berita besar, An-Naba.

**

Keterdesakan itu akan lebih membahagiakan ketika desakan itu datang dari diri sendiri, bukan dari orang lain.

Jika sampai saat ini kau tidak merasa terdesak karena papaun, Ciptakan keterdesakanmu sendiri.

#MudaMuliaImpact

Metrum Calamum
5 April 2013 - 24 Jumadil Awal 1434 0:27 WIB

Popular posts