Notes From Korea : Introduction

  • 0
Sebelumnya saya mau minta maaf dulu sekaligus mohon ijin bagi yang kenal dengan judul tulisan ini (kaya pernah baca, dimana ya...) Karena bingung mau dikasih judul apa, yang terpikir adalah catatan perjalanan dari Korea, biar keren dikit jadilah pakai bahasa inggris, meminjam judul sebuah buku yang juga menginspirasi saya (sekalipun belum baca :p ), selain itu juga karena memang bagian awal dari tulisan ini saya tulis ketika sedang di Korea Selatan. 
Kalau ditanya, kok judulnya mirip?? ya.. yang jelas bukan saya yang ngasih ide ke Kang Assad *Penulis Notes From Qatar*, serius bukan saya. Jadi, jangan bilang kalau beliau ngikutin saya ya (ya iyalaah...) 
Semoga tulisan saya ini tidak termasuk plagiat yah, karena memang tempatnya beda dan pasti ceritanya juga beda. *Piiss :D
Mohon maaf juga kepada para pembaca setia sekalian, kalau tulisan ini baru terbit sekarang, jujur jeda waktunya sangat lama hingga catatannya hampir berjamur dan berdebu.
Mungkin karena saya belum menyempatkan waktu saja, bukan karena yang lain. Awalnya ketika cerita ini ingin ditulis, saya bingung apakah mau ditulis dalam bentuk catatan per hari, atau dalam tema-tema tertentu yang di dalamnya berisi ringkasan kejadian pada hari tertentu? waktu pun tersita hanya memperdebatkan hal itu, tanya sana-tanya sini, bingung sana-bingung sini, tapi ujung-ujungnya ngga ditulis juga. Sampai akhirnya foto-foto yang sudah disiapkan untuk dipublish pun hilang karena laptop saya rusak *nah lho!
Sudahlah, mumpung sekarang ada waktu dan pikiran sedang fresh, makanya saya sempatkan menulis cerita ini, sedikit berbagi pengalaman dan hikmah berada di negeri Ginseng alias Korea Selatan.
Semoga persembahan kecil ini bisa memberikan manfaat untuk sahabat pembaca, semoga semakin menambah rasa syukur kita dan juga menjadi sadar akan satu hal penting, bahwa semua adalah ciptaan Allah, di Bumi manapun kita berpijak disitu ada tanda-tanda kebesaran Allah, semuanya sama mau di Indonesia mau di Korea, semua adalah Milik Allah SWT. Selamat menikmati :)
**


Tiga Dua Satu..

  • 0

Genap tujuh bulan berlalu, setelah 3 target hidup saya ikrarkan, disaksikan oleh ratusan insan, yang turut mengaminkan. Hari ini pula, jadi saksi 1 dari 3 target itu sudah tercapai.

Alhamdulillah, segera setelah saya mantap meniatkan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untuk menikah, banyak kemudahan dan keajaiban yang saya temui. Banyak diantaranya yang dulunya saya rasa sulit dan tidak mungkin, sekarang mulai tercapai, tidak terbayang sebelumnya bagaimana target-target itu bisa tercapai.

Berawal dari sebuah seminar yang saya ikuti tgl 28 April lalu bersama dengan sahabat-sahabat yang luar biasa, Seminar LifeSchool, yang dikelola oleh kang Asep Wahidin dan tim.

Awalnya saya mendapat informasi ini dari kiriman salah seorang teman di facebook, kang Indrayadi namanya. Saya tertarik karena penasaran setelah beberapa kali mendapat undangan dari beliau untuk ikut kelas Lifeschool, saya lihat beliau ini rajin banget ngirim invitation, hampir setiap minggu rasanya selalu ada notifikasi event LifeSchool dari beliau.

Awalnya sih saya kurang memperdulikannya, karena saya rasa belum butuh, dan belum tertarik. Tapi lama-lama, penasaran juga, jadilah saya coba baca-baca soal LifeSchool, mulai dari siapa pencetusnya, yaitu kang Asep Wahidin, gimana profilnya, apa aja kegiatannya.

Disitu saya mulai menemukan hal yang menarik, karena banyak sekali motivasi dan testimoni yang meyakinkan dari sahabat-sahabat yang sudah mengikuti lifeschool, selain itu nilai utama yang diusung lifeSchool ini yaitu: Public Speaking, Writing, dan entrepreneur cocok dengan apa yang ingin saya pelajari saat itu. jadilah saya memutuskan untuk mengenal lebih jauh LifeSchool, kebetulan dalam waktu dekat akan diadakan seminarnya, saya pun ikutan deh

Diam Bukan Berarti Tak Ada

  • 0
Hilang
Nyala rembulan tak lagi benderang
terhimpit oleh kelopak yang mulai meradang
hatimu pun hancur bak dihamtam batu karang

Punggung Awan,
10 Oktober 2013

Cukuplah Dia

  • 0
Allah, cukuplah Dia..

Cukuplah Dia yang Maha tahu, tak perlu aku menerka-nerka (lagi), sesuatu yang tak kuketahui

Cukuplah Dia, yang menyampaikan pesan itu padanya, pada mereka

Cukuplah Dia, yang menuliskan setiap pengharapan dan doa, bahkan sebelum aku mengucapkannya

Cukuplah Dia, yang menggerakkan hati siapa saja yang Dia kehendaki, tanpa perlu aku memaksa dan beradu suara

Cukuplah Dia, yang menjadi saksi atas apapun yang aku jadikan itu mimpi, berharap itulah salah satu dari yang Dia ridhoi

Cukuplah Dia, yang menyediakan segenap rizki, tanpa perlu sok bersusah payah, mengira diri ini sanggup menyediakan segala sesuatunya sendiri

Cukuplah Dia, yang Maha Memudahkan, meski seluruh manusia menghadang dan tak menyisakan jalan.

Cukuplah Dia, yang memberi perintah suci itu, yang akan menuntunku

Cukuplah Dia, Allah..
#NtMS #SelfTalk

Maafkan Aku Bintang


Aku berdiri
pandangi kerlip bintang
bintang tersenyum
seolah tahu gundahku

Bintang berkelip
tampak aura bijaknya
yakinkan aku tuk bisa curhat padanya

Bintang menanti
lisanku terurai
berkeluh kesah
luapkan beban padanya

Maaf bintang,
walau terasa berat hidupku
takkan ku bagi itu padamu

Sorry bintang,
meski meleleh airmata,
aku takkan curhat padamu

Karena aku punya partner yang lebih baik
Dia setia mendengarku,
memberi Ilham di setiap ruang hatiku
dan itu bukan kamu...

Karena Dia menuntunku hadapi tantangan
tak sekedar mendengar semata

dan itu bukan kamu
Tapi Penciptamu,
Penciptaku...
Allahu rabbi...

#Envy - Ku Takkan Curhat Pada Bintang 

“Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86)

Popular posts