Rindu
Terkadang lebih hebat daripada akal pikirku
Meruntuhkan segala argumen dan keteranganku
Tentang rindu, tentang dirimu
Seperti dua bilah rel yang saling menyimpan rindu
untuk saling bertemu
mengejar mimpi di ujung horizon
menapaki jalan panjang, terus berjalan
mengejar harapan
yang tak pernah jadi kenyataan
Seringkali hati membisikkan harapan
akan sebuah perjumpaan
maka rindu mengintip perlahan
di antara celah-celah dinding perbatasan
batasan antara kita, yang kau ciptakan
Dan diantara sejumlah perjumpaan
kita dihadapkan pada ujian keikhlasan
Bilamana dipertemukan
Akankah kita bertahan?
Seringkali perjumpaan tanpa harapan
Lebih sering terjadi, tiada kesengajaan
Tidak dipertemukan ketika ingin
tapi berjumpa ketika hati telah mendingin
Agaknya itu yang terbaik untuk saat ini
terbiasa dengan tanpa sengaja
agar tidak bergantung hati ini,
dan jalani hari dengan biasa
jika saja harapan itu selalu terjadi
mungkin sekarang tidak ada lagi kata terjaga
Perjumpaan tanpa harap
terkadang lebih menjaga keutuhan rasa,
dan membuktikan kemurnian cinta
Jika harap menjadi penghalangnya
biarkan keikhlasan yang melepaskan ikatannya
Allah tahu betapa lemahnya hati ini
jika saja harapan akan perjumpaan selalu terpenuhi
mungkin tidak hanya hati yang terkotori
tapi juga raga yang akan ternodai
Punggung awan, sepulang dari Kota Tua
18 Rabiul Awal 1434H - 11:45
-IFR-
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Categories
inspirasiana
(41)
puisi
(33)
hikmah
(29)
sajak
(28)
perjalanan
(26)
renungan
(11)
langit bumi
(9)
mimpi
(8)
pemuda
(8)
introspeksi
(6)
poetry
(5)
reblog
(5)
#GamusStory
(4)
hujan rindu
(4)
kultwit
(3)
kutipan
(3)
nikah
(3)
pelajaran
(3)
InspirasiMM
(2)
MyDreamSeries
(2)
jejak pena
(2)
punggung awan
(2)
selftalk
(2)
TourBandungGresik
(1)
fiksi
(1)
No comments:
Post a Comment