Anti Korupsi
===============
Awas-awas ada yang bocor
Nyalakan api nyalakan obor
Tikus putih bertangan kotor
Itulah mereka para koruptor
Kerah putih berdasi di kursi dewan
Orang kecilpun juga ikutan
Rakyat jelata dilanda kebingungan
Uang negara jadi mainan
Pikirkanlah jasa para pahlawan
Sejahtera dalam kedamaian
Indonesia bukan cuma impian
Biarkan Aku Jadi Koruptor
===================
Biarkan aku jadi koruptor
Agar semua benci padaku
Biarkan aku jadi koruptor
Agar bertambah kekayaanku
Semua orang takut padaku
Pemerintahan ada dalam tanganku
Biarkan aku jadi koruptor
Aku sudah tak takut mati
Meski semua orang mencaci maki
Aku tak punya hati lagi
Biarkan aku jadi koruptor
Aku tak percaya akan akhirat
Dunia ini aku yang punya
Dengan uangku aku berjaya
Aku ditangkap, kau kujerat
Hukum disini bisa kubeli
Iqbal Fathony
Gresik, 9 Desember 2009
Showing posts with label sosial. Show all posts
Showing posts with label sosial. Show all posts
Headline di pagi hari
Jam menunjuk pukul delapan
Dengan sigap ku berdiri meluruskan badan
Kuambil langkah menuju ruang makan
Selesai sarapan, kuculik selembar koran dari depan
Kuikuti jejak pasukan hitam sembari duduk di atas dipan
Seteguk kopi, dua gigit roti, mataku tertahan
Wajah baru ibukota menghiasi halaman depan
Banjir dan kemacetan ramai diberitakan
Tak lupa halnya akan kemiskinan dan pengangguran
Ibukota berkembang, rakyat kecil terpinggirkan
Para demonstran dan orator terbawa arus gelombang pemerintahan
Tak kalah deras dengan arus banjir tahunan
Di tengah banjir tahunan, kerah putih bermain peran
Di tengah banjir komisi, rakyat kecil kelaparan
Hanya sejumput nasi yang mereka andalkan
Bertahun-tahun mereka bertahan
Tak banyak yang tersisa di kampung, semuanya pergi ke perabuan
Korban penganiayaan sibuk meminta bantuan
Tak satupun pengadilan dapat menuntut, apalagi memenjarakan
Siapapun tak ada yang menyalahkan
Namun kita masih punya harapan
Ajukan gugatan di bawah pengadilan Tuhan
Ini sudah jam sembilan
IFR
Gresik, 8 Februari 2008
Revised: Bandung, 17 Juli 2010, 11:10 PM
Dengan sigap ku berdiri meluruskan badan
Kuambil langkah menuju ruang makan
Selesai sarapan, kuculik selembar koran dari depan
Kuikuti jejak pasukan hitam sembari duduk di atas dipan
Seteguk kopi, dua gigit roti, mataku tertahan
Wajah baru ibukota menghiasi halaman depan
Banjir dan kemacetan ramai diberitakan
Tak lupa halnya akan kemiskinan dan pengangguran
Ibukota berkembang, rakyat kecil terpinggirkan
Para demonstran dan orator terbawa arus gelombang pemerintahan
Tak kalah deras dengan arus banjir tahunan
Di tengah banjir tahunan, kerah putih bermain peran
Di tengah banjir komisi, rakyat kecil kelaparan
Hanya sejumput nasi yang mereka andalkan
Bertahun-tahun mereka bertahan
Tak banyak yang tersisa di kampung, semuanya pergi ke perabuan
Korban penganiayaan sibuk meminta bantuan
Tak satupun pengadilan dapat menuntut, apalagi memenjarakan
Siapapun tak ada yang menyalahkan
Namun kita masih punya harapan
Ajukan gugatan di bawah pengadilan Tuhan
Ini sudah jam sembilan
IFR
Gresik, 8 Februari 2008
Revised: Bandung, 17 Juli 2010, 11:10 PM
Subscribe to:
Posts (Atom)
Categories
inspirasiana
(41)
puisi
(33)
hikmah
(29)
sajak
(28)
perjalanan
(26)
renungan
(11)
langit bumi
(9)
mimpi
(8)
pemuda
(8)
introspeksi
(6)
poetry
(5)
reblog
(5)
#GamusStory
(4)
hujan rindu
(4)
kultwit
(3)
kutipan
(3)
nikah
(3)
pelajaran
(3)
InspirasiMM
(2)
MyDreamSeries
(2)
jejak pena
(2)
punggung awan
(2)
selftalk
(2)
TourBandungGresik
(1)
fiksi
(1)
Popular posts
-
[on Sunday, June 20, 2010 at 4:00pm] Assalamu alaikum.. Adikku tersayang.. Ku tulis ini sebagai permintaan maaf dan salam perpisahan Sebelu...
-
H ari ini hari yang bersejarah A wal dari perjuangan yang tak kenal lelah R emaja Indonesia telah bersumpah I ndonesia ku tidak untuk ter...
-
Dalam kesakitan teruji kesabaran. Dalam perjuangan teruji keikhlasan. Dalam ukhuwah teruji ketulusan. Dalam tawakal teruji keyakinan Hi...
-
Lelah Aku pun marah Pada suara-suara yang memerahkan telinga Pada bisikan yang mengusik jiwa Aku marah pada diriku yang tidak bisa...
-
Tak perlu banyak bicara, hanya berbagi dan biarkan imajimu mengartikannya sendiri, seperti diamnya langit dan bumi penuh makna yang menarik ...