BANJIR: Bahkan Alampun Nangis Jika Isinya Rusak

  • 0
Ilustrasi: media.viva.co.id (sumber)
 Beberapa hari ini hujan di Bandung sangat deras, kalau bisa dibilang "ngga nyantai", karena intensitasnya sangat tinggi bahkan sekalinya hujan, butuh waktu lama untuk kembali cerah, ibarat seseorang yang ditinggal pergi kekasihnya dan menangis sejadi-jadinya *eaaa.

Akibatnya, beberapa tempat pun mengalami banjir, salah satunya di daerah dekat kawasan kampus Telkom (yang rencananya mau jadi Universitas), tepatnya di daerah Dayeuhkolot pun tak lepas dari sasaran banjir. Jalanan kampus tergenang air hingga menyebabkan macet dan antrian panjang berkilo-kilo di jalan raya.

Tidak bosan-bosannya kita dengar dan lihat sendiri kejadian banjir ini terjadi dimana-mana, hari ini di satu kota, besoknya di kota lain, bahkan besok bisa jadi daerah kita yang terkena, seperti saling berlomba untuk kebagian momen banjir. Seperti sudah "nasib" saja.

Hal yang menarik dari kejadian ini (banjir) adalah, seringkali muncul ungkapan yang seolah menyalahkan atas kondisi alam yang ada di sana, entah karena termasuk daerah dataran rendah, hujannya yang deras, atau bahkan mungkin waktunya yang salah karena sebagian besar tidak siap menghadapi banjir.

Namun apakah benar banjir sepenuhnya adalah karena salah kondisi alam? kalau memang begitu harusnya sudah lama kita adukan alam ini ke Mahkamah Internasional, karena ia sudah mengakibatkan bencana sosial dan kemanusiaan di banyak tempat, kita bikin gerakan "1,000,000 Facebookers tuntut alam atas bencana banjir di dayeuhkolot", mungkin seperti itu -seharusnya-.

Padahal, kalau kita mau jujur, sebenarnya bukan sepenuhnya salah alam, karena sejatinya alam dirancang sedemikian rupa untuk bisa memenuhi kebutuhan kita dan menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk kita.

Kalau kita mau berpikir lebih jauh dan kembali ke masa-masa silam, alam pun sebenarnya baik-baik saja, justru kejadian banjir inilah yang munculnya baru sekarang-sekarang ini, atau memang dari dulu sudah banjir?

Wah, itu lain ceritanya. Berarti, banjir bisa dikategorikan sebagai kejadian alam unik yang secara "alami" terjadi di beberapa tempat di dunia, luar biasa ya? :D

Mari kita lihat beberapa tempat yang mendapat "anugerah" kejadian "alami" ini secara seksama, apa sih keistimewaan tempat-tempat itu, bagaimana cara masyarakatnya merawatnya hingga kejadian "alami" itu masih tetap lestari sampai sekarang? Yuk kita tengok salah satu kota yang hampir mendapat predikat mulia "Langganan Banjir", yaitu kota Bandung.

Bandung, yang kemudian terkenal dengan peringatan "Bandung Lautan Api", terancam mendapat julukan "Bandung Lautan Sampah"

**

Hampir setiap hari, sebagian besar warga khususnya yg saya temui di sekitar kawasan pendidkan Telkom (termasuk mahasiswa) membuang sampah ke kali. Apalagi diperparah dengan adanya PKL yang juga berjualan di sepanjang trotoar.

Bukan masalah berjualannya,  tapi karena sampah hasil jualannya itu langsung dibuang ke selokan, terang saja jadi peyebab banjir.

Bahkan, tidak habis pikir, di satu titik pemukiman warga di dekat jembatan, sampai dibangun bak sampah tepat di pinggir kali. Jadi ketika sudah penuh tinggal buka penutupnya dan bak sampah seketika kosong karena isinya luruh ke kali (cerdasss....=b)

Itu masih di sekitar kawasan kampus, bagaimana dengan daerah lain, apalagi dekat sungai citarum?
Saya ngga yakin kalau kebiasaan ini cuma ditemui di satu tempat, karena selama saya tinggal di Bandung, bahkan selama ini hidup di Indonesia kebiasaan ini juga ditemui di tempat lain, tidak bisa dihitung dengan jari apalagi dengan kalkulator.

Menarik ketika dibilang daerah ini langganan banjir, banjir kok jadi langganan? Tentu saja, kembali ke salah satu penyebab banjir, yaitu budaya buang sampah ke kali. Sampai kapanpun bisa dipastikan akan terus jadi langganan banjir, karena buang sampah ke sungai juga sudah langganan. Selamanya banjir akan jadi kebiasaan, karena buang sampah ke kali juga jadi kebiasaan

Daripada selalu menyalahkan alam, lebih baik bantu diri sendiri untuk lebih sadar akan pentingnya tidak membuang ke kali. Bantu alam untuk memperbaiki keadaannya, dengan langkah kecil seperti membiasakan untuk memungut sampah yang kita temui di jalan, dan tempatkan di bak sampah yang SEBENARNYA (bukan kali atau selokan, bukan juga lapangan). Kenali konsep TSP (Tahan dari buang sampah sembarangan, Simpan sampah pada tempatnya, pungut sampah insya Allah sedekah).

Mulai dari kebiasaan kecil, mulai dari diri kita, mulai dari sekarang (3M). Kita akan membuat perubahan besar untuk Indonesia.

Sampai kapan mau terus menyalahkan alam? toh alam baik-baik saja sebelum kita datang ke dunia, bahkan ia tidak menyalahkan kita apalagi Allah yang telah menjadikan kita sebagai khalifah yang harus mengelolanya.

Kamis, 28 Maret 2012

Pemuda beruntung dan Toko Bunga

  • 1
Klik untuk mengetahui sumber foto

Tesebutlah sebuah Toko Bunga yang terkenal di sudut kota Kembang. Toko ini terkenal dengan koleksinya yang unik dan lengkap, hampir semua jenis bunga di seluruh dunia ada di sana mulai dari mawar, bugenvil, petunia, azalia, dan sebagainya. Sungguh tempat yang luar biasa, apalagi bagi mereka yang menyukai bunga.

Suatu ketika, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kembang yang kesekian kalinya, toko ini bermaksud memberikan hadiah kepada para pembelinya, yaitu dengan memberikan diskon bahkan bunga gratis kepada pengunjung yang beruntung pada hari itu.

Demi mendengar berita itu, penduduk pun berbondong-bondong untuk mengunjungi toko itu, bahkan tidak sedikit yang datang dari luar Kota Kembang. Semua orang berharap untuk mendapatkan kesempatan yang langka tersebut.

Beragam cara pun dilakukan, ada yang menginap dan membangun tenda di depan toko, ada juga yang bahkan rela tidak tidur sepanjang malam menjelang dibukanya program spesial itu. Tidak ada satu pun yang tahu, bagaimana ciri-ciri pengunjung yang beruntung itu, karena pemilik Toko tidak memberikan petunjuk sedikitpun soal itu. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa pengunjung yang beruntung adalah yang datang paling pertama, atau pengunjung nomor kesekian yang itupun mereka tidak bisa memastikan.

Keesokan harinya toko itu pun dibuka menjelang pagi. Seketika itu juga pengunjung yang membangun tenda di depan toko langsung berlari kedalam, berharap ia menjadi pengunjung pertama di hari itu. Ia pun mulai berkeliling toko, udara pagi yang segar dan hawa yang sejuk membuatnya semakin menikmati kunjungannya.

Namun, menjelang siang ketika toko itu sudah dipenuhi pengunjung, ia tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, karena begitu masuk tengah hari, pemilik toko itu mengumumkan bahwa pengunjung yang beruntung adalah pengunjung termuda di hari itu, ia yang sudah hampir paruh baya itu pun kecewa dan pulang dengan tangan hampa.

Hampir semua pengunjung di toko itu adalah orang dewasa, bahkan sebagian juga sudah memasuki usia paruh baya yang hobi mengoleksi bunga untuk menemani sisa hidupnya. Namun tidak disangka, ada seorang pemuda yang juga datang ke toko itu, sungguh beruntunglah ia. Akhirnya ia pun dipanggil oleh pemilik toko untuk diberikan hadiah.

Awalnya pemuda itu enggan menerima hadiah itu, karena sebenarnya ia tidak berniat sedikitpun membeli atau membawa pulang bunga dari toko itu, ia hanya sekedar mampir untuk melihat karena penasaran dengan toko yang dipenuhi pengunjung itu.

Namun setelah beberapa saat, ia pun berubah pikiran, ia teringat kekasihnya di kampung halamannya, dan ingin membawakan bunga untuk kekasihnya tersebut. "Lumayan, dapat bunga gratis, bagus-bagus lagi", pikirnya. Ia pun menerimanya, dan pemilik toko mempersilahkan pemuda itu untuk berkeliling memilih apa saja bunga yang ia inginkan.

Satu hal menarik dari toko bunga ini adalah penataan koleksinya, dimana toko itu berbentuk seperti labirin satu arah yang hanya bisa dilewati satu kali, sehingga setiap orang yang sudah berjalan melihat-lihat tidak boleh kembali lagi ke belakang. Lagipula, hari itu toko dipadati pengunjung, jika kita berbalik ke belakang dan melawan arus itu akan mengganggu pengunjung lain.

Dengan senyum bahagia dan penuh semangat, ia pun mulai menyusuri lorong-lorong koleksi bunga di toko itu, ia sangat ingin mempersembahkan yang terbaik untuk kekasihnya itu. "Aku harus memilih yang terbaik, yang paling indah, paling wangi, dan... ", gumamnya. Akhirnya ia pun menemukan satu bunga yang menurutnya cocok.

Segera ia ambil bunga itu dan berjalan untuk menyerahkannya sebagai pilihannya, namun baru beberapa langkah ia berjalan, hatinya gelisah dan mulai berpikir, "Toko ini kan punya semua macam bunga di seluruh dunia, pasti banyak bunga yang lebih bagus dari ini". Ia pun tidak jadi membawa bunga itu dan meletakannya kembali, kemudian kembali menelurusi lorong mencari bunga yang lain.

Kembali ia berhenti ketika melihat bunga yang menarik perhatiannya, kali ini bunganya lebih besar dan mengeluarkan wangi yang sangat harum. "wah, ini pasti bunga langka, aku belum pernah melihatnya sekalipun! Aku ambil ini saja!", gumamnya. Namun, di lorong itu hampir semua bunga sejenis berjajar rapi dalam susunan warna yang pasti memanjakan mata, ia pun bingung lagi hingga menimang-nimang banyak bunga sekaligus. Tapi tak satupun ia ambil, kembali ia yakin bahwa pasti ada bunga yang lebih baik lagi di sisi lain toko itu.

Begitu seterusnya, ia berjalan sedikit, lalu berhenti ketika melihat bunga yang menarik, memegangnya sebentar sambil tesenyum, lalu terdiam dan meletakkan bunganya kembali. Ia sangat  bingung untuk memilih, karena ia takut bunga yang ia pilih bukanlah bunga terbaik.
Hingga tanpa disadari, ia hampir mendekati pintu keluar toko dan koleksi bunga yang bisa dipilih pun mulai berkurang. Ia pun panik, karena belum satupun ia menjatuhkan pilihan yang artinya ia akan pulang tanpa membawa satu bunga pun. Ia pun menengok ke kiri dan kanan, berlari kesana-kemari, kebingungan. Hampir saja ia berlari kebelakang karena bermaksud mengambil bunga yang ia temui pertama kali tadi, sayangnya ia ingat kalau ia tidak bisa kembali.

Akhirnya dalam kondisi seperti itu, ia pun memilih apa saja yang bunga yang didapatnya, tanpa menimbang-nimbangnya lagi. Ia pun pasrah, dan menunjukkan bunga pilihannya kepada sang pemlik toko. Tahukah apa yang ia pilih? Ia mengambil bunga kaktus yang kecil dan hampir layu, karena terlanjur bingung.

Sungguh Pemuda yang "beruntung"...

**

Mungkin diantara kita sudah pernah mengetahui tentang cerita ini, dan bisa menebak apa hikmah dari cerita tersebut. Namun, ada satu hikmah tersembunyi yang mungkin berbeda dari biasanya.

Cerita tersebut menggambarkan kondisi kita sebagai pemuda, yang diberi kesempatan yang besar untuk menuntut ilmu, mendapatkan pengalaman baru, dan mewarnai hidup kita dengan prestasi. Hadiah itu adalah kesempatan hidup kita, yang hanya didapat sekali, dan itu diberikan kepada kita secara cuma-cuma oleh Allah.

Lorong itu adalah waktu kita hidup di dunia, yang senantiasa berlalu dan kita lewati tanpa bisa kita kembali ke belakang lagi.

Bunga itu adalah ilmu, yang bisa kita dapat di sekitar kita, bisa kita raih dengan cara apapun, kita bebas memilih apa yang ingin kita pelajari. Ilmu itu bermacam-macam bentuknya, manfaatnya, tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Kebanyakan kita tidak puas, atau cepat sekali bosan dengan ilmu yang sedang kita pelajari, padahal mungkin belum sepenuhnya kita pahami. Lalu ilmu itu kita tinggalkan, dan ingin mencari ilmu lain yang kita anggap lebih baik dan lebih cocok untuk kita. Atau dalam kasus lain, ketika ada kesempatan kita untuk mendapat pengalaman di suatu bidang, belum lama kita ada di dalamnya, bahkan kita baru melihat orang melakukannya saja kita sudah tidak berminat dan mengira masih banyak yang lebih besar manfaatnya dan lebih cocok untuk kita.

Akhirnya, tidak sedikit dari kita yang kemudian menyesal, mungkin tidak sekarang, tapi nanti ketika kita sudah berusia lanjut dan tidak punya waktu dan tenaga lagi untuk melakukan hal-hal yang tadinya bisa kita lakukan, dan kita berkesempatan besar mendapatkannya.

Kita sibuk mencari dan terus mencari yang "sempurna" untuk kita jadikan pesembahan, kita terjebak dengan angan-angan, tanpa mengambil kesempatan belajar walaupun sedikit. Padahal, sekecil apapun ilmu itu, ketika kita dengan sungguh-sungguh dan ikhlas mempelajarinya, yakinlah manfaatnya akan besar sekali.

Ketika kita berjalan, ambillah ilmu yang bisa kita dapat sekecil apapun, simpan dan jangan lupakan. Sehingga semakin hari ilmu kita semakin bertambah, dan di ujung kehidupan nanti kita bisa mengumpulkan bekal ilmu yang sangat banyak yang bisa kita wariskan kepada anak-cucu kita.

Saya teringat pesan Ayah saya, "Ambillah kesempatan itu selama kamu bisa". Ya, karena kesempatan itu bisa jadi tidak datang dua kali.


Bandung, 21 Maret 2012

**
Cerita ini disampaikan dalam penutup sesi Pelatihan Database MySQL Gamus, tentunya dalam bentuk yang lebih singkat, dalam rangka memberi semangat peserta untuk terus belajar dan semangat mengikuti rangakaian pelatihan. Semoga bisa diambil hikmahnya :)

Selamat Datang di Bioskop Kehidupan


Hidup adalah sebuah Film panjang yang disutradarai oleh Sutradara Terbaik, Allah SWT, Jalan ceritanya sudah diatur sedemikian rupa, dan pemainnya juga sudah ditentukan lengkap dengan peran dan karakternya.

Setiap kejadian yang terjadi adalah rangkaian episode yang harus kita jalani, bagaiamanapun jalan ceritanya, pasti baik untuk kita karena Sutradara tidak mungkin menciptakan Film nya asal-asalan dan tidak menginginkan hasil yang terbaik.

Tugas kita adalah menjalankan sebaik mungkin peran kita, sesuai dengan jalan cerita yang sudah tertulis di Skenario-Nya, Lauh Mahfudz. Ketika kita merasa jalan ceritanya kurang baik dan tidak cocok dengan peran kita, bisa jadi bukan skenario-Nya yang salah, tapi kita yang belum memahami benar peran kita dan skenario yang harus kita jalankan.

Sebisa mungkin, lakukan improvisasi, yang dengannya kita memperbesar kemungkinan tercapainya tujuan dan nilai-nilai hidup yang lebih baik sesuai dengan gambaran skenario-Nya untuk kita. Improvisasi ini tidak harus keluar dari skenario, cukup beri nilai tambah pada jalan cerita, dengan kapasitas yang kita punya sesuai peran kita masing-masing.


Life is a Real Movie, so Roll and Action! :D

Bandung, 21 Maret 2013 | 9 Jumadil Awal 1434

**
Bismillah, bersiap untuk episode kehidupan selanjutnya yang Insya Allah semakin menantang dan banyak cerita-cerita baru yang harus dijalani.

Ketahui peran masing-masing, #KenalDiri dengan baik, pahami apa tujuan Allah menurunkan kita di dunia ini. Apakah untuk membuat kerusakan, atau malah justru menjadikan bumi ini sebagai tempat singgah yang lebih baik?

"Setiap kita diciptakan ke dunia dengan sebuah misi, everybody is unique. Temukan apa misimu di dunia ini." - Kyai Rendy Saputra :D

**


Keyword: #Bisnis #Umrah #Jurnal #SIGAM #Silaturahim #GreenBelt #H-252

Perjumpaan tanpa harap

  • 0
Rindu
Terkadang lebih hebat daripada akal pikirku
Meruntuhkan segala argumen dan keteranganku
Tentang rindu, tentang dirimu

Seperti dua bilah rel yang saling menyimpan rindu
untuk saling bertemu
mengejar mimpi di ujung horizon
menapaki jalan panjang, terus berjalan
mengejar harapan
yang tak pernah jadi kenyataan


Seringkali hati membisikkan harapan
akan sebuah perjumpaan

maka rindu mengintip perlahan
di antara celah-celah dinding perbatasan
batasan antara kita, yang kau ciptakan

Dan diantara sejumlah perjumpaan
kita dihadapkan pada ujian keikhlasan
Bilamana dipertemukan
Akankah kita bertahan?

Seringkali perjumpaan tanpa harapan
Lebih sering terjadi, tiada kesengajaan
Tidak dipertemukan ketika ingin
tapi berjumpa ketika hati telah mendingin

Agaknya itu yang terbaik untuk saat ini
terbiasa dengan tanpa sengaja
agar tidak bergantung hati ini,
dan jalani hari dengan biasa
jika saja harapan itu selalu terjadi
mungkin sekarang tidak ada lagi kata terjaga


Perjumpaan tanpa harap
terkadang lebih menjaga keutuhan rasa,
dan membuktikan kemurnian cinta
Jika harap menjadi penghalangnya
biarkan keikhlasan yang melepaskan ikatannya


Allah tahu betapa lemahnya hati ini
jika saja harapan akan perjumpaan selalu terpenuhi
mungkin tidak hanya hati yang terkotori
tapi juga raga yang akan ternodai

Punggung awan, sepulang dari Kota Tua
18 Rabiul Awal 1434H - 11:45

-IFR-

Modal spiritual, modal sukses perusahaan di masa depan

  • 0

Telkom baru-baru ini membentuk satu Unit Kerja baru dibawah Direktorat Human Capital & General Affair, yang mengelola pembinaan karakter untuk karyawan Telkom, yaitu Unit Spiritual Capital Management.

Malam ini tidak biasanya Masjid Al-Murosalah, masjid di komplek Telkom Learning Center (sekarang berubah menjadi Telkom Corporate University) ramai dipenuhi jamaah Shalat selain Shalat Jumat, biasanya paling banyak cuman 2 Shaf, itu juga isinya anak-anak yang belajar ngaji selepas Maghrib.

Masjid mendadak penuh hingga 6 shaf, dan sayangnya saya kebagian shaf paling belakang. Tidak apa-apa, yang penting tidak ketinggalan rakaat pertama hehe.

Setelah diselidiki, ternyata pada hari ini sang tuan rumah-Telkom memang sedang mengadakan acara, entah acara apa itu. Namun dilihat sekilas dari jamaah yang hadir, kebanyakan adalah bapak-bapak dan ibu-ibu berseragam dan pakaian rapi, sepertinya mereka karyawan Telkom. Mungkin pelatihan atau seminar, pikir saya karena memang TLC ini adalah fasilitas training milik PT.Telkom yang selalu saja ramai dengan kegiatan pelatihan. Bahkan seringkali digunakan untuk rapat dan pameran baik oleh Telkom Group maupun Instansi lain seperti pemerintah dan perusahaan telekomunikasi.

Selepas Shalat Isya, saya berniat untuk segera kembali ke rumah karena esok pagi harus ngantor di Kampus Dayeuhkolot (ceritanya magang di salah satu unit kampus), namun rasa penasaran pun akhirnya menghambat saya untuk melangkah. Beruntung, tidak lama kemudian DKM menghimbau kepada para jamaah untuk tidak meninggalkan masjid, karena akan ada kegiatan setelah ini. Wah, mungkin jawabannya ada di sini :D

Oke, mari duduk manis dan lihat apa yang akan terjadi ......

**


Telkom baru-baru ini membentuk satu Unit Kerja baru dibawah Direktorat Human Capital & General Affair, yang mengelola pembinaan karakter untuk karyawan Telkom, yaitu Unit Spiritual Capital Management.

Unit Kerja ini baru dibentuk sekitar bulan Oktober lalu, yang kemudian mengawali kegiatannya dengan mengadakan Training bertema "Spirituality in Work" yang dilaksanakan mulai hari ini, Rabu (15/01) hingga Kamis (16/01) bertempat di Kompleks Telkom Training Center, Bandung.

"Tugas utamanya adalah membangun pendidikan karakter karyawan Telkom di seluruh Indonesia. Programnya melalui dua pendekatan: pembinaan secara formal, yang dilaksanakan mulai malam ini, kemudian pembinaan secara fungsional melalui masjid", terang Yusuf.

Rangkaian kegiatan Training ini dibuka dengan sambutan dan perkenalan yang dilaksanakan selepas Shalat Isya berjamaah di Masjid Al-Murosalah. Dalam sambutannya, Yusuf menuturkan pentingnya mengaplikasikan nilai spiritual kedalam pekerjaan dan membangunnya menjadi Spiritual Capital sebagai modal perusahaan untuk maju. "Telkom diharapkan makin hebat, karena kalau kemarin modalnya modal fisik, modal intelektual, nah mulai tahun 2013 ke depan ditambah dengan modal satu lagi yang sudah ada, tinggal dikelola dan dikembangkan serta diberdayagunakan yaitu modal spiritual. Dengan tiga modal ini, maka Telkom makin jaya.", ungkap beliau dalam sambutannya.

Beliau juga mengangkat kisah hancurnya perusahaan terkenal di Amerika Serikat, Enron, yang pada tahun 2000 menempati peringkat ke-7 dalam daftar 500 Perusahaan besar dunia (Top 500), sebagian sahamnya bahkan dimiliki oleh pejabat di Gedung Putih. Namun pada tahun 2001, perusahaan ini hancur akibat dari tindakan yang tidak jujur oleh para pejabatnya yang merekayasa laporan keuangan perusahaan.

Terakhir, beliau menyimpulkan bahwa profesionalitas, intelektual tinggi dan kapabilitas serta kompetensi memang diperlukan, tetapi kalau itu semua tanpa didasari dan tidak dikendalikan oleh spiritualitas yang tinggi, maka kehancuranlah yang akan terjadi. "Atas dasar itulah, Telkom ke depannya agar lebih baik harus kita mulai bersama, salah satunya diawali dengan memantapkan spiritualitas karyawannya", ungkap beliau.

Dalam kesempatan kali ini juga dibuka sesi ta'aruf atau perkenalan dari para peserta yang terdiri dari perwakilan kantor Telkom di seluruh Indonesia, dari Sabang-Merauke. Tujuan dari perkenalan ini diharapkan seluruh peserta dapat saling mengenal dan berbagi pengalaman di daerahnya masing-masing serta harapannya untuk Telkom di masa mendatang.

Seperti yang disampaikan salah satu peserta, Mugiyanto, dari Balikpapan, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini, dan berharap dengan mengikuti kegiatan ini dapat meningkatkan spiritualitas karyawan, terutama dalam hal kejujuran.

Menurut rencana, rangkaian acara akan diisi dengan kegiatan Qiyamul Lail (Shalat Malam) pada Kamis dini hari, kemudian kegiatan inti yaitu Training pada pagi harinya, dan ditutup dengan penampilan dari Ebiet G. Ade, yang bertempat di Menara RDC Telkom Training Center.

Berikut adalah kutipan wawancara dengan bapak Yusuf Muhammad, selaku Kepala Unit Spiritual Capital Management Telkom:

Saya lihat hari ini di masjid ini (Masjid Telkom Training Center) lebih ramai dari biasanya, kalau boleh tahu ada kegiatan apa ya pak?
Ada cara Training Spirituality In Work, bagian dari program pembinaan karakter karyawan Telkom.

Apakah ini adalah kegiatan yang baru pertama kali dilakukan?
Iya, Baru. Live nya baru bulan Januari ini, organisasinya dibentuk bulan Oktober kemarin.

Apakah kegiatan ini memang program dari Telkom, atas keinginan direksi, atau usulan dari pihak lain?
Iya, (kegiatan ini) program dari Telkom, murni inisiatif kebijakan dari manajemen. Seperti yang saya sampaikan (tadi saat sambutan), Telkom ke depan perlu menjadi lebih bagus, dan menjadi perusahaan yang terbaik, cuman pertanyaannya modal apa yang nanti bisa dioptimalkan. Selama ini modal fisik, dana, kemudian intelektulitas, lalu kompetensi. Kegiatan keagamaan sudah berkembang tapi belum dimenej secara sistematis. Harapannya dengan pembinaan karakter ini dapat memberikan spirit yg lebih baik.

Sebagai mahasiswa pak, pastinya setelah lulus, sebagian dari kami nanti akan bekerja. Biasanya, saat mahasiswa punya spiritual dan idealisme yang kuat, namun kemudian ketika bekerja justru malah turun. Apakah faktor penyebabnya dari lingkungan kerja?
Iya, saya kira memang iya, pengaruhnya banyak. Ketika mahasiswa, idelismenya masih utuh, masih murni. Tapi ketika bekerja, karena euforia dapat duit, punya cita-cita lain, dsb (sehingga berubah). Spirit seseorang atau pemikiran itu bisa dipengaruhi oleh lingkungan, oleh berbagai hal. Nah oleh karena itu, kemudian dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini (pengembangan karakter berbasis spiritual), potensi yang sudah dibawa itu mestinya bisa dioptimalkan.

Apakah ada tips untuk kita mahasiswa nantinya ketika bekerja, agar bisa menjaga spirit yang kita bawa ketika mahasiswa?
Tips yang paling utama dalah fokus kepada rencana (awal) kita. Supaya bisa fokus, maka yang paling penting adalah kesadaran (diri) harus kita pelihara. Logikanya gampang, makin kesini (semakin bertambah waktu) itu tidak makin mudah. Oleh karena itu berarti, kalaulah kita mampu, perlu bergantung kepada Yang Maha Mampu.

**
Awalnya sempat ragu untuk menghampiri Pak Yusuf, selain karena beliau sedang sibuk berbicara dengan koleganya dan panitia, juga karena saya tidak sedang membawa kartu pers (emang situ wartawan?).

Akhirnya setelah menunggu sekian waktu, tepat setelah beliau mengakhiri pembicaraan dengan koleganya, dan bersiap memakai sepatu, saya pun menghampirinya dan dengan HP di tangan siap untuk "menginterogasi" beliau. Saya pun mengaku sebagai jurnalis kampus haha :D

Ya, itulah sedikit pengalaman perdana jadi "reporter" mendadak dengan peralatan seadanya (HP buat ngerekam). Semoga bermanfaat :)

Bandung, 15 Januari 2013
Iqbal FR

Popular posts