Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Hiduplah dengan angan, dan anganmu itu akan hidup

  • 0
Angan itu ibarat awan
Yang meneduhkan,
dalam lelahnya perjuangan
Yang menyegarkan,
dikala jiwamu mulai kehausan
Yang menguatkan,
dikala dirimu enggan berjalan
Hiduplah dengan angan
Karena anganmu itu akan hidup
selagi kau terus berjalan

Tapi hidup dalam angan
kau akan terbang
terbawa angin yang melenakan
Hanya selangkah berjalan
seolah sudah sampai tujuan

Selama masih ada angan,
sejauh itu pula tujuan.
Hiduplah dengan angan,
tapi bukan dalam angan


Rumah Pelangi,
1 November 2012

Penilaian orang itu penting, tapi terlalu mengikuti penilaian orang lain, hidup jadi penuh kePentingan

  • 0

Dulu, ketika masih di SMP-SMA saya tidak terlalu memperhatikan penampilan, berpakaian seadanya, jarang sisiran, dsb.
Orang-orang disekitar pun berkata: "Yang rapi dikit, dong. Penampilannya diperhatikan dikit, kan bagus"

Awalnya saya tidak terlalu peduli dan menganggap suara-suara itu hanya menggangu, saya suka gaya seperti sekarang, yg sederhana, toh Rasul jg mengajarkan kesederhanaan kan?

Tetapi kemudian, saya juga mengetahui bahwa Rasul juga mengajarkan teladan lewat akhlak yang baik, penampilan yg bersih dan sedap dipandang. Contoh nyata yang sering terlihat, lebih dari cukup untuk merubah pandangan saya.

Lalu saya pun mulai belajar untuk menjaga kerapihan, lebih memperhatikan penampilan dari sebelumnya (tapi tidak terlalu).
Mandi lebih pagi, memakai pewangi, menggunting kuku, memakai baju rapi, dsb

Kemudian orang-orang disekitarpun berkata, "Rapih amat?" "Tumben" "Mau kemana?" mungkin pertanyaan itu juga tidak hanya dialamatkan pada saya, mungkin banyak yg juga mengalaminya.

Pelajaran: Apapun yang kita lakukan, pasti akan ada orang yang menilai, mengkritik, meskipun itu baik sekalipun. Kalau kita mengikuti setiap kata-kata orang, kita akan kehabisan kata-kata untuk dijadikan penguat. Seperti kisah seorang ayah dan anaknya yang mengendarai keledai.

Penilaian itu penting, tapi mengikuti setiap penilaian orang itu tidak terlalu penting, karena terlalu mengikuti penilaian orang, maka hidup kita akan penuh kePentingan yang akhirnya membuat kita bingung sendiri. Apalagi itu kepentingan orang lain...

Jadi, lakukan apa yang diyakini baik, dan biarkan kita menjadi pribadi yang biasa. Biarkan orang lain menilai, kita yang mengerjakan lebih tahu apa yang kita kerjakan.

Kita bukan bekerja untuk mereka kan? Kita juga tidak membayar atas penilaian mereka, untuk apa susah-susah bekerja demi penilaian orang, toh nilainya juga tidak semuanya kembali ke kita.

Bandung, 11 Juli 2012

*Komentar terbaik akan mendapatkan senyuman hangat dari saya. Penilaian anda saya bayar lo, jadi ga rugi kan? :)

Sajak Tanpa Pena

  • 0

tertipu
aku tertipu
satu demi satu
menjauh dariku
**
dalam barisan tiada daya
menangkap makna yang segera sirna
**
berdiri tegak diatas duri
berjalan hampa tiada arti
sudikah kita berdiam diri
sia-sia menunggu mati

Bandung, 14 Oktober 2011 12:18

Friends

  • 0
Looking out of the window
Looking off the edge
Far away from the crowd
The trees are moving in harmony
Leaves are never gonna stop waving around

Here i come now
Forgetting of the past
The darkest side of my dreams
Nobody wants to remember
Everybody wants to hear nothing
Everything, but nothing

Here you come now
Far away from the nightmare
Lying down right next to me
Did you ever memorize once we had spent out life
The life that never come to rest
But nobody wants ro remember
Nobody, but me

And i finally know what's this all mean
That make you back to me
Back to our life
But i don't want to reminds..

IFR
Gresik, December 24th 2007

@ Classroom, Gloomy afternoon-14.30

Popular posts