Showing posts with label pesan. Show all posts
Showing posts with label pesan. Show all posts

Pesan Langit (1)

  • 0

Hujan menjadi tanda kita saling mencinta, senantiasa memberi dan menerima meskipun dengan cara berbeda #PesanLangit
Dalam diammu pun tersimpan sejuta cinta, yang tak mudah diungkapkan kata. Tersimpan rapi berupa pelangi yg indah dan menawan #PesanLangit
Simpanlah pelangi itu untuk seseorang yg benar2 pantas kau rindukan. Yang dengannya Bumi jadi semakin indah dan berkah dijelajah #PesanLangit
Bukankah pelangi sejatinya muncul setelah hujan itu reda? Saat matahari menjadi saksi, Tuhan merestui Bumi dan Langit untuk berjumpa #PesanLangit
Dear langit, terimakasih telah mengajarkanku untuk bersabar dikala hujan melanda, dan bersyukur saat pelangi menyapa #PesanLangit
Dear hujan, terimakasih atas butiran-butiran rindu dan doa dari langit yang kau kirimkan. Maafkan bila tak kunjung terbalaskan #PesanLangit

Permadani Kayu, 5 April 2014 18.30 WBS
@iqbalarubi

#AprilMove #SajakPena

*Late post, harusnya tanggal 6 April :D

Cintaku Ibarat Tajwid

  • 0
*Copas dari status facebook seseorang, disini

# CINTAKU IBARAT TAJWID

Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah..,
hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar...

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billagunnah, terlihat, tp dianggap tak ada...

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang...

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta...

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba2 semua itu seperti Idgham mutamaatsilain.. melebur jadi satu

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil...Paling panjang di antara yang lainnya...

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro.. terpantul-pantul dengan keras...

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita sprti Iqlab, ditandai dgn dua hati yang menyatu..

Sayangku padamu seperti mad thobi'I dalam quran.. Buanyaaakkk beneerrrrr....

semoga dalam hub. kita ini kayak idgham bilagunnah ya,cuma berdua, lam dan ro' ..

Layaknya waqaf mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. dia atau aku?

Meski perhatianku ga terlihat kaya alif lam syamsiah, cintaku pdmu spt aliflam Qomariah, terbaca jelas...

kau & aku spt Idghom Mutaqorribain..perjumpaan 2 huruf yg sama makhrajnya tp berlainan sifatnya...

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim,terhenti sempurna diakhir hayat...

Sama halnya dgn Mad 'aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti,seperti itulah pandanganku ketika melihatmu

Layaknya huruf Tafkhim,Namamu pun bercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja,begitu juga aku yg hanya utkmu

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun ,,,

Hiduplah dengan angan, dan anganmu itu akan hidup

  • 0
Angan itu ibarat awan
Yang meneduhkan,
dalam lelahnya perjuangan
Yang menyegarkan,
dikala jiwamu mulai kehausan
Yang menguatkan,
dikala dirimu enggan berjalan
Hiduplah dengan angan
Karena anganmu itu akan hidup
selagi kau terus berjalan

Tapi hidup dalam angan
kau akan terbang
terbawa angin yang melenakan
Hanya selangkah berjalan
seolah sudah sampai tujuan

Selama masih ada angan,
sejauh itu pula tujuan.
Hiduplah dengan angan,
tapi bukan dalam angan


Rumah Pelangi,
1 November 2012

Mati-matian membela yang tak meminta dibela itu Konyol

  • 0
Kalau memang mendukung kebebasan berekspresi, mereka yg menutup aurat dan menjaga akhlaknya juga boleh dong didukung..

Wong ya kebebasan berekspresi, berarti para muslimah bebas dong mengekspresikan ketaatannya kepada Allah dengan berjilbab, gitu kok dibilang membatasi perempuan, wong yg berjilbab bahagia dengan jilbabnya kok...

Para ikhwan juga bebas manjangin jenggotnya, pake jubah, sebagai ekspresi kecintaannya terhadap sunnah nabi. lah kok dicap teroris..

Biarlah orang ngasih cap apa aja, yg penting isinya tetap orisinil dan bukan imitasi.

"Kebebasan itu bebas dalam batasan. Kebebasan kita dibatasi oleh penghormatan kita kepada hak orang lain" - Mario Teguh



**

Daripada mati-matian membela yang tak minta dibela
lebih baik melawan yang jelas-jelas menentang
Daripada bilang "Kami melindungi hak wanita"
Lebih baik kalian dengarkan betapa bahagianya mereka

**

*Just wanna share my opinion :)


Hari Panen Strawberry
27 Oktober 2012  - 8.26 WIB

Alamat Palsu, Nomer Palsu? Salah alamat bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk anda!

  • 2
   
Beberapa hari yang lalu saya mendapat SMS yang cukup "meresahkan", memang isinya tidak semaksa SMS Mama, SMS Papa, atau seseram ancaman dari negara api penculik, tetapi cukup mengganggu apalagi dikirim berulang-ulang.
SMS ini saya dapat kita-kita 2 minggu setelah saya mengaktifkan kartu X* saya. Awalnya semua berjalan wajar-wajar saja, nomer ini saya gunakan untuk layanan BlackBerry BIZZ karena saya butuh layanan push email dan BBM. Tapi kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang  suatu sore sebuah SMS masuk dengan diawali Misscall yg tak bertuan (alias nomernya ga ada di kontak).

Berikut isi SMS nya:
"O. Trnyata kaya gini skarang punya kartu 2. 1 buat seling kh. 1 nya gi buat peripadi. Emang sh hti susah di percaya aplgi ga keliyatan lg keiiyatan jga ga ngaku.."


Bagi anda yg punya lebih dari satu nomer -seperti saya- mungkin sedikit terkejut ketika membaca SMS ini, apalagi memang kondisinya sama seperti yg dibilang si pengirim, yaitu punya 2 kartu, satu untuk seling (kerja) dan satu lagi untuk pribadi.



Untungnya, saya tidak segera membaca SMS ini, karena kebetulan kartu yg sedang aktif pada saat itu adalah kartu pribadi saya, IM*. Kemudian, berhubung saya perlu untuk mengakses email dan BBM, maka saya pun ganti kartu ke yang X*.

Loading.... *booting BB lumayan lama

Seketika layar dijejali 10SMS di Inbox, dan 2 Misscall. Karena penasaran, saya segera cek barangkali itu pesan penting. Tanpa saya duga, ternyata SMS itu isinya sangat "meresahkan" dan bisa dibilang "teror" karena tidak hanya sekali dikirimkan, tetapi berkali-kali.

Selain SMS yg pertama tadi, ada juga SMS selanjutnya:
"Wng nek ws bejad susah dipercaya" (Kalau seseorang sudah buruk akhlaknya, susah dipercaya)
Saya semakin kaget. *Ya Allah, apa salah saya hingga orang ini mengirim SMS seperti ini??
Lebih dari 4 kali kata2 itu dkirim ulang oleh pemilik nomer 087824****** ini.

Karena saya sama sekali tidak mengenal siapa pemiliknya, dan baru pertama menggunakan kartu ini, saya pun bertanya:
"Maaf, ini siapa ya?"

Orang itu membalas, dan mengaku namanya Basilah
*Saya tidak pernah mengenal siapa itu Basilah

Belum selesai sampai disitu, di akhir SMS berikutnya (SMS ke-10) saya akhrinya tahu apa masalah sebenarnya, isi SMS nya:
"Sape kapan km bisa jur2 sam sumi nya sdri.Kena pa mulut km ga bisa di pegang.."
"Opacen ws bejad"

Oke, sampai titik ini saya tidak bisa lagi diam, karena sudah cukup meresahkan dan kasihan jg orang itu marah-marah ke alamat yg salah.

Untuk meredakan ketegangan, dan berusaha untuk memutus benang permasalahannya, maka saya pun dengan  tenang menjawab:


"Maaf, saya belum pernah mengenal yg bernama Basilah sebelumnya. Saya baru dapat kartu ini seminggu yg lalu. Kalau memang pak Basilah pny kenangan yg krg baik dgn pemilik nmr ini sebelumnya. Mari kita sama2 doakan spya ybs diberi ptnjuk agr lebih baik. Saya jg minta maaf krn tidak mengetahui apa2 tentang hal ini. Harap maklum. Terima kasih :)"


Tidak lama kemudian, orang itu membalas:

"Ah tai" *maaf kalau kurang berkenan, tapi itulah yg beliau kirimkan*

SMS terakhir itu mengakhiri percakapan kami, karena saya merasa tidak ada untungnya dan tidak penting. Tentu saja saya tidak memberitahu siapa saya, karena itu tidak perlu dan cukup menggaggu.

Sampai disini, saya anggap masalah ini telah selesai dan tidak perlu diingat lagi.


Hari berikutnya..
Kembali org tersebut melancarkan "teror" nya, namun kali ini tidak via SMS tetapi telpon.
Mon, Feb 13, 2012 18:34
Missed Call: +6287824******

Saya tidak sempat mengangkatnya karena memang sedang tidak membawa HP. Baru ketika saya buka HP kembali, sudah ada 8 MissCall dari nomer tersebut.

Meresahkan bukan? apalagi ketika sedang ada urusan, namun tiba-tiba ada misscall dari org salah alamat. Saya mengerti mungkin bapak ini khawatir terhadap kondisi istrinya, tapi saya bukan istrinya..
Mungkin kalau saya iseng bisa saja saya balas yg lebih parah dari SMS nya, tapi itu tidak penting. Maka saya abaikan saja Misscall itu.

Hal ini terulang hingga 2 hari kemudian, misscall berturut-turut yg kurang jelas apa tujuannya. Sampai suatu kali saya putuskan untuk mengangkatnya, dan seperti kebanyakan MissCall, tidak ada suara apapun diseberang sana kecuali suara hampa.

Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada 11 Missed Call dari org tersebut, karena sudah biasa akhirnya saya tidak ambil pusing dan saya biarkan saja.

Apabila anda termasuk salah satu yg pernah mengalami hal ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya. Khusus bagi pengirim (pak basilah) atau siapapun yg pernah megalami hal serupa, saya mohon maaf sekali lagi, saya hanya ingin berbagi dan semoga ini menjadi jalan kita semua agar lebih baik



Sekian. Terima Kasih

NB: Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Kesamaan nama, tempat, dan kejadian merupakan unsur ketidaksengajaan. 


Kasus ini menjadi renungan bagi kita semua, bahwa alangkah baiknya kita mendahulukan etika dalam komunikasi, khususnya via SMS dimana kita tidak mengetahui secara langsung siapa yg kita ajak bicara, apalagi kita belum pernah mengetahui nomer lawan SMS kita sebelumnya. Maka mari kita biasakan:
  1. Awali dengan memastikan siapa lawan SMS kita
  2. Gunakan bahasa yang sopan dan santun
  3. Sampaikan dengan jelas apa maksud tujuan kita menghubungi ybs
  4. Segeralah minta maaf jika memang Salah Alamat
  5. Kalau memang tidak ada keperluan, jangan bersikap terlalu "ramah" dengan buru-buru mengajak kenalan, apalagi mengaku fans berat. Karena tidak semua orang menyukai hal itu.
  6. Kalau sudah jelas itu bukan orang yg anda maksud, jangan terlalu "Optimis" dengan selalu menanyakan hal yg sama dan mengajak kenalan terus-menerus, karena itu sangat mengganggu



CATATAN:
  • Hal yang menarik dari kasus diatas adalah, kecenderungan untuk tidak mengecek kebenaran nomer tujuan. Saya melihat adanya unsur ketidak sengajaan, atau memang kekeliruan yang terjadi.
  • Nomer ini saya dapat secara GRATIS yang dibagikan setiap akhir Kajian Ma'rifatullah di Daarut Tauhid. Ini adalah salah satu sarana dakwah melalui SMS, yaitu bergabung dalam SMS Komunitas XL.
  • Dari kejadian ini, saya menemukan ada suatu fenomena "recycle nomer HP", dimana nomer HP yang pernah digunakan, kemudian tidak aktif, setelah jangka waktu tertentu maka akan di"recycle" dan dijual kembali sebagai nomer baru. Entah apakah hal ini memang benar atau tidak, namun yang pasti saya mengalami ini lebih dari 1 kali dengan Operator yang berbeda.

Filosofi Lisan

  • 0
  1. Lisan orang mukmin bermula dari belakang hatinya, sedangkan hati orang munafik bermula dari belakang lisannya.
  2. Tidaklah lurus iman seseorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak lurus hatinya sehingga lurus lisannya.
  3. Demi Allah, tidaklah aku melihat seorang hamba bertaqwa dengan taqwa yang membawa manfaat baginya sehingga dia menyimpan lisannya.
  4. Sesungguhnya lisan ini senantiasa tidak mematuhi pelmiliknya.
  5. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya eseorang tersembunyi di bawah lisannya.
  6. Ketenangan seseorang terdapat dalam pemeliharaannya terhadap lisannya.
  7. Lisanmu menuntutmu apa yang telah engkau biasakan padanya.
  8. Lisan laksana binatang buas, yang jika dilepaskan niscaya ia akan menggigit.
  9. Jika lisan adalah alat untuk mengekspresikan apa yang muncul dalam pikiran, maka sudah seyogyanya engkau tidak menggunakannya dalam hal yang tidak ada dalam pikiran itu.
  10. Perkataan tetap berada dalam belenggumu selama engkau belum mengucapkannya. Jika engkau telah mengucapkan perkataan itu, maka engkaulah yang terbelenggu olehnya. Oleh karena itu, simpanlah lisanmu, sebagaimana engkau menyimpan emasmu dan perakmu. Ada kalanya perkataan itu mengandung kenikmatan, tetapi ia membawa kepada bencana.
  11. Sedikit sekali lisan berlaku adil kepadamu, baik dalam hal menyebarkan keburukan maupun kebaikan.
  12. Timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan sedikitkanlah ia dalam berbicara kecuali dalam kebaikan.
  13. Sesungguhnya ada kalanya diam lebih kuat daripada jawaban.
  14. Jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraannya.
  15. Apa yang terlewat darimu karena diammu lebih mudah bagimu untuk mendapatkannya daripada yang terlewat darimu karena perkataanmu.
  16. Sebaik-baik perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.
  17. Jika ringkas (dalam perkataan) sudah mencukupi, maka memperbanyak (perkataan) menunjukkan ketidakmampuan mengutarakan sesuatu. Dan jika ringkas itu dirasa kurang, maka memperbanyak (perkataan) wajib dilakukan.
  18. Barang siapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya, barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit malunya; barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit wara'nya (kehati-hatian dalam beragama); barangsiapa yang sedikit wara'nya, maka mati hatinya; dan barangsiapa yang mati hatinya, maka dia akan masuk neraka.

Sayyidina Ali (Karamallahu Wajhah), Cahaya Sufi
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR, Muttafaq Alaih).

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18).

-Rabbishrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul uqdatam billisani, yafqaul qauli..
"ya Allah.. lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (Qs. Thaahaa : 25-28)

Semoga kita termasuk orang-orang yang menjada lisan kita, amiin... n_n

Popular posts