Dalam kesakitan teruji kesabaran.
Dalam perjuangan teruji keikhlasan.
Dalam ukhuwah teruji ketulusan.
Dalam tawakal teruji keyakinan
Hidup ini indah jika semuanya karena Allah SWT
Penilaian orang itu penting, tapi terlalu mengikuti penilaian orang lain, hidup jadi penuh kePentingan
Dulu, ketika masih di SMP-SMA saya tidak terlalu memperhatikan penampilan, berpakaian seadanya, jarang sisiran, dsb.
Orang-orang disekitar pun berkata: "Yang rapi dikit, dong. Penampilannya diperhatikan dikit, kan bagus"
Awalnya saya tidak terlalu peduli dan menganggap suara-suara itu hanya menggangu, saya suka gaya seperti sekarang, yg sederhana, toh Rasul jg mengajarkan kesederhanaan kan?
Tetapi kemudian, saya juga mengetahui bahwa Rasul juga mengajarkan teladan lewat akhlak yang baik, penampilan yg bersih dan sedap dipandang. Contoh nyata yang sering terlihat, lebih dari cukup untuk merubah pandangan saya.
Lalu saya pun mulai belajar untuk menjaga kerapihan, lebih memperhatikan penampilan dari sebelumnya (tapi tidak terlalu).
Mandi lebih pagi, memakai pewangi, menggunting kuku, memakai baju rapi, dsb
Kemudian orang-orang disekitarpun berkata, "Rapih amat?" "Tumben" "Mau kemana?" mungkin pertanyaan itu juga tidak hanya dialamatkan pada saya, mungkin banyak yg juga mengalaminya.
Pelajaran: Apapun yang kita lakukan, pasti akan ada orang yang menilai, mengkritik, meskipun itu baik sekalipun. Kalau kita mengikuti setiap kata-kata orang, kita akan kehabisan kata-kata untuk dijadikan penguat. Seperti kisah seorang ayah dan anaknya yang mengendarai keledai.
Penilaian itu penting, tapi mengikuti setiap penilaian orang itu tidak terlalu penting, karena terlalu mengikuti penilaian orang, maka hidup kita akan penuh kePentingan yang akhirnya membuat kita bingung sendiri. Apalagi itu kepentingan orang lain...
Jadi, lakukan apa yang diyakini baik, dan biarkan kita menjadi pribadi yang biasa. Biarkan orang lain menilai, kita yang mengerjakan lebih tahu apa yang kita kerjakan.
Kita bukan bekerja untuk mereka kan? Kita juga tidak membayar atas penilaian mereka, untuk apa susah-susah bekerja demi penilaian orang, toh nilainya juga tidak semuanya kembali ke kita.
Bandung, 11 Juli 2012
*Komentar terbaik akan mendapatkan senyuman hangat dari saya. Penilaian anda saya bayar lo, jadi ga rugi kan? :)
Waktu juga mempunyai waktunya sendiri
MT SuperNote
Status Facebook dari salah seorang motivator ternama itu terang saja memenuhi layar notebook dihadapanku, seperti seorang tahanan yg mendapatkan cahaya setelah terpenjara bertahun-tahun dalam penjara bawah tanah. Beberapa saat yang lalu aku adalah seorang tahanan, yg tertahan oleh kegundahan hatiku sendiri, seorang kesatria yg dulunya gagah perkasa, tiba-tiba saja terpejam, menunduk dan terseret dalam penjara, gelap tak bersuara.
Lama ia terdiam, tanpa sebisikpun suara menemaninya, bahkan suara hatinya pun seolah enggan berkata.
Yah, kalimat sang motivator itu segera saja memenuhi kepalanya hingga ke ubun-ubun, lalu turun dan merayap diantara celah-celah gelap, yang selama ini memenjarakannya dalam ruang tak berdasar. Atas dasar apa ia memenjarakan dirinya dalam kegundahan?
Entah. Karena itulah aku menyebutnya ruang tak berdasar. Sebuah ruang yang tercipta dari sebuah ketidaktahuan, pengerdilan otonom dari seorang kesatria yang bahkan ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
Bukan karena namanya yg sering disebut orang karena luar biasanya, bukan karena wajahnya yg sering muncul di layar kaca, apalagi kutipan-kutipannya yang selalu nampak dimana-mana, seolah ada jutaan motivator di luar sana. Tapi, karena pesan itu amat dekat dengan apa yang dinamakannya "Jalan Cahaya", sebuah jalan yang tidak nampak, tapi dengan tidak nampaknya itu orang semakin percaya bahwa jalan itu ada, dan terus menapakinya tanpa peduli berapa jauh jarak yang ditempuhnya.
Jalan itu amat dekat, apalagi bagi seorang tahanan di penjara gelap, melihat cahaya adalah impiannya yang setiap ia bisikkan dalam hatinya
Dan setiap baris dari kalimat itu, sangat menyentuh bahkan menampar hingga selimut hitam yang menutupi tubuhnya pun terkoyak, menampakkan sedikit bagian tubuhnya yg kekar dan bertenaga.
"MASA MUDAMU HANYA SATU KALI, DAN BERLALU SANGAT CEPAT SEKALI"
Ia masih ingat, betapa puluhan tahun yg lalu, sebelum ia terperangkap seperti sekarang, ia adalah anak yg lincah dan gemar bertualang. Gunung, hutan, dan lautan menjadi taman bermain yang tidak pernah bosan dikunjunginya.
Namun, waktu itu berlalu begitu cepat, kini ia justru terdiam, dan hanya bisa menjelajah di antara ruang tak berdasar yang ia ciptakan sendiri.
Waktu berlalu begitu cepat, masa depan suram yang dulu ia bayangkan, kini benar-benar terjadi dan menyelimuti kehidupannya, bertahun-tahun lamanya. Tapi, bukankah waktu juga punya waktunya? ada waktu ketika waktu itu pun berhenti dan berakhir.
Namun pertanyaannya, bagaimana waktu itu berakhir? Apakah dengan kematian? Entahlah, hanya waktu yg bisa menjawab.
Kapan waktu itu berakhir? Aku juga tidak tahu, yang aku tahu selama waktu itu belum berakhir, berarti waktu untukku juga belum berakhir, masih ada waktu.
"Paksalah dirimu untuk menjadi lebih kuat daripada rasa malas dan kesenangan menunda."
"Masa mudamu adalah masa penentu kualitas masa depanmu."
"Dan ingatlah,"
"Masa mudamu hanya satu kali dan akan berlalu sangat cepat sekali."
"Jangan menunda, start now!"-Mario Teguh
Masing-masing kita punya ruang untuk kita tempati, ruang tak berdasar adalah satu dari banyak ruang yang bisa kita ciptakan. Ruang apa yang ingin kau ciptakan?
Ruang dan Waktu, keduanya saling berhubungan. Jika ruang itu tak berdasar, apakah waktu juga tak berakhir?
Mungkin
Karena selama kita belum menemukan dasar dari ruangan itu, waktu terus berjalan, dan kita selamanya akan terombang-ambing dalam ruangan itu, tanpa tahu berapa lama waktu yang kita habiskan di dalamnya.
Aku ciptakan ruang berpikir untuk kita semua.
Tidak, aku tidak perlu menciptakannya, karena sebelum ada ruang berpikir pun, kita sudah berpikir, lalu untuk apa?
Kalau bukan ruang, baiklah aku ciptakan waktu untuk kita berpikir.
Tidak!
Bahkan sebelum aku ciptakan pun, waktu sudah berjalan, lalu untuk apa?
Jadi, apa yang harus kulakukan?
Mencipta bukanlah tugasku, tapi karena kita semua sudah terlanjur masuk ke dalam ruang pena yang aku ciptakan ini, kita semua butuh ruang dan waktu untuk berinteraksi di dalamnya.
Tapi aku bukan pencipta, bukan Tuhan.
Lalu?
Hanya waktu yang bisa menjawab
Waktu pun punya waktunya sendiri
Lalu apakah waktu itu dibiarkan begitu saja?
Selama waktu terus berjalan, ia akan terus diseret menuju waktu yang lain.
Waktu punya waktunya sendiri untuk berakhir, dan sekarang adalah waktunya saya untuk mengakhiri tulisan ini.
Terimakasih telah mendampingi waktu yang ada dalam ruang pena ini dengan ruang waktu anda. Semoga di waktu yang lain waktu kita bisa bertemu kembali dalam ruang yang sama, walaupun tidak dalam waktu yang sama.
Sekian.
-Iqbal FR-
Bandung, 8 Juli 2012
MASA MUDAMU HANYA SATU KALI, DAN BERLALU SANGAT CEPAT SEKALI
Sahabatku yang muda dan letih dengan kehidupan yang itu-itu saja,
Paksalah dirimu untuk menjadi lebih kuat daripada rasa malas dan kesenangan menunda.
Kehidupan ini lebih penting daripada hanya menua sambil menghindari kewajiban untuk menjadi pribadi yang lebih terdidik dan mampu menghasilkan pelayanan yang menguntungkan sesama.
Paksalah dirimu untuk lebih tekun mempelajari yang penting bagimu di masa depan, dan paksalah dirimu menyelesaikan tugas yang menjadikanmu boleh memasuki kelas kehidupan yang berikutnya.
Apakah engkau tak tertarik untuk menjadi kekasih yang dibanggakan oleh wanita pilihanmu?
Ingatlah bahwa bagi wanita,
“Success is sexy.”
Dan,
“Kemapanan itu lebih penting daripada ketampanan.”
Jika sulit bagimu untuk menggoyang kegalauanmu lepas dari hatimu, galaulah saja – tapi pastikan engkau tetap mempelajari yang penting dan melakukan pekerjaanmu dengan sebaik-baiknya.
Kita semua akan menua, tapi jangan sampai menua sebagai orang miskin yang lemah dan banyak penyakit.
Masa mudamu adalah masa penentu kualitas masa depanmu.
Dan ingatlah,
Masa mudamu hanya satu kali dan akan berlalu sangat cepat sekali.
Jangan menunda, start now!
Mario Teguh – Loving you all as always
![]() |
| 1.bp.blogspot.com - time |
Status Facebook dari salah seorang motivator ternama itu terang saja memenuhi layar notebook dihadapanku, seperti seorang tahanan yg mendapatkan cahaya setelah terpenjara bertahun-tahun dalam penjara bawah tanah. Beberapa saat yang lalu aku adalah seorang tahanan, yg tertahan oleh kegundahan hatiku sendiri, seorang kesatria yg dulunya gagah perkasa, tiba-tiba saja terpejam, menunduk dan terseret dalam penjara, gelap tak bersuara.
Lama ia terdiam, tanpa sebisikpun suara menemaninya, bahkan suara hatinya pun seolah enggan berkata.
Yah, kalimat sang motivator itu segera saja memenuhi kepalanya hingga ke ubun-ubun, lalu turun dan merayap diantara celah-celah gelap, yang selama ini memenjarakannya dalam ruang tak berdasar. Atas dasar apa ia memenjarakan dirinya dalam kegundahan?
Entah. Karena itulah aku menyebutnya ruang tak berdasar. Sebuah ruang yang tercipta dari sebuah ketidaktahuan, pengerdilan otonom dari seorang kesatria yang bahkan ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
Bukan karena namanya yg sering disebut orang karena luar biasanya, bukan karena wajahnya yg sering muncul di layar kaca, apalagi kutipan-kutipannya yang selalu nampak dimana-mana, seolah ada jutaan motivator di luar sana. Tapi, karena pesan itu amat dekat dengan apa yang dinamakannya "Jalan Cahaya", sebuah jalan yang tidak nampak, tapi dengan tidak nampaknya itu orang semakin percaya bahwa jalan itu ada, dan terus menapakinya tanpa peduli berapa jauh jarak yang ditempuhnya.
Jalan itu amat dekat, apalagi bagi seorang tahanan di penjara gelap, melihat cahaya adalah impiannya yang setiap ia bisikkan dalam hatinya
Dan setiap baris dari kalimat itu, sangat menyentuh bahkan menampar hingga selimut hitam yang menutupi tubuhnya pun terkoyak, menampakkan sedikit bagian tubuhnya yg kekar dan bertenaga.
"MASA MUDAMU HANYA SATU KALI, DAN BERLALU SANGAT CEPAT SEKALI"
Ia masih ingat, betapa puluhan tahun yg lalu, sebelum ia terperangkap seperti sekarang, ia adalah anak yg lincah dan gemar bertualang. Gunung, hutan, dan lautan menjadi taman bermain yang tidak pernah bosan dikunjunginya.
Namun, waktu itu berlalu begitu cepat, kini ia justru terdiam, dan hanya bisa menjelajah di antara ruang tak berdasar yang ia ciptakan sendiri.
Waktu berlalu begitu cepat, masa depan suram yang dulu ia bayangkan, kini benar-benar terjadi dan menyelimuti kehidupannya, bertahun-tahun lamanya. Tapi, bukankah waktu juga punya waktunya? ada waktu ketika waktu itu pun berhenti dan berakhir.
Namun pertanyaannya, bagaimana waktu itu berakhir? Apakah dengan kematian? Entahlah, hanya waktu yg bisa menjawab.
Kapan waktu itu berakhir? Aku juga tidak tahu, yang aku tahu selama waktu itu belum berakhir, berarti waktu untukku juga belum berakhir, masih ada waktu.
"Paksalah dirimu untuk menjadi lebih kuat daripada rasa malas dan kesenangan menunda."
"Masa mudamu adalah masa penentu kualitas masa depanmu."
"Dan ingatlah,"
"Masa mudamu hanya satu kali dan akan berlalu sangat cepat sekali."
"Jangan menunda, start now!"-Mario Teguh
Masing-masing kita punya ruang untuk kita tempati, ruang tak berdasar adalah satu dari banyak ruang yang bisa kita ciptakan. Ruang apa yang ingin kau ciptakan?
Ruang dan Waktu, keduanya saling berhubungan. Jika ruang itu tak berdasar, apakah waktu juga tak berakhir?
Mungkin
Karena selama kita belum menemukan dasar dari ruangan itu, waktu terus berjalan, dan kita selamanya akan terombang-ambing dalam ruangan itu, tanpa tahu berapa lama waktu yang kita habiskan di dalamnya.
Aku ciptakan ruang berpikir untuk kita semua.
Tidak, aku tidak perlu menciptakannya, karena sebelum ada ruang berpikir pun, kita sudah berpikir, lalu untuk apa?
Kalau bukan ruang, baiklah aku ciptakan waktu untuk kita berpikir.
Tidak!
Bahkan sebelum aku ciptakan pun, waktu sudah berjalan, lalu untuk apa?
Jadi, apa yang harus kulakukan?
Mencipta bukanlah tugasku, tapi karena kita semua sudah terlanjur masuk ke dalam ruang pena yang aku ciptakan ini, kita semua butuh ruang dan waktu untuk berinteraksi di dalamnya.
Tapi aku bukan pencipta, bukan Tuhan.
Lalu?
Hanya waktu yang bisa menjawab
Waktu pun punya waktunya sendiri
Lalu apakah waktu itu dibiarkan begitu saja?
Selama waktu terus berjalan, ia akan terus diseret menuju waktu yang lain.
Waktu punya waktunya sendiri untuk berakhir, dan sekarang adalah waktunya saya untuk mengakhiri tulisan ini.
Terimakasih telah mendampingi waktu yang ada dalam ruang pena ini dengan ruang waktu anda. Semoga di waktu yang lain waktu kita bisa bertemu kembali dalam ruang yang sama, walaupun tidak dalam waktu yang sama.
Sekian.
-Iqbal FR-
Bandung, 8 Juli 2012
- Sajak Kunci hikmah, inspirasiana, kutipan, langit bumi, mental, pemuda, renungan, semangat, waktu
Alamat Palsu, Nomer Palsu? Salah alamat bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk anda!
Beberapa hari yang lalu saya mendapat SMS yang cukup "meresahkan", memang isinya tidak semaksa SMS Mama, SMS Papa, atau seseram ancaman dariSMS ini saya dapat kita-kita 2 minggu setelah saya mengaktifkan kartu X* saya. Awalnya semua berjalan wajar-wajar saja, nomer ini saya gunakan untuk layanan BlackBerry BIZZ karena saya butuh layanan push email dan BBM. Tapi kemudian,negara apipenculik, tetapi cukup mengganggu apalagi dikirim berulang-ulang.
Berikut isi SMS nya:
"O. Trnyata kaya gini skarang punya kartu 2. 1 buat seling kh. 1 nya gi buat peripadi. Emang sh hti susah di percaya aplgi ga keliyatan lg keiiyatan jga ga ngaku.."Bagi anda yg punya lebih dari satu nomer -seperti saya- mungkin sedikit terkejut ketika membaca SMS ini, apalagi memang kondisinya sama seperti yg dibilang si pengirim, yaitu punya 2 kartu, satu untuk seling (kerja) dan satu lagi untuk pribadi.
Untungnya, saya tidak segera membaca SMS ini, karena kebetulan kartu yg sedang aktif pada saat itu adalah kartu pribadi saya, IM*. Kemudian, berhubung saya perlu untuk mengakses email dan BBM, maka saya pun ganti kartu ke yang X*.
Loading.... *booting BB lumayan lama
Seketika layar dijejali 10SMS di Inbox, dan 2 Misscall. Karena penasaran, saya segera cek barangkali itu pesan penting. Tanpa saya duga, ternyata SMS itu isinya sangat "meresahkan" dan bisa dibilang "teror" karena tidak hanya sekali dikirimkan, tetapi berkali-kali.
Selain SMS yg pertama tadi, ada juga SMS selanjutnya:
"Wng nek ws bejad susah dipercaya" (Kalau seseorang sudah buruk akhlaknya, susah dipercaya)
Saya semakin kaget. *Ya Allah, apa salah saya hingga orang ini mengirim SMS seperti ini??
Lebih dari 4 kali kata2 itu dkirim ulang oleh pemilik nomer 087824****** ini.
Karena saya sama sekali tidak mengenal siapa pemiliknya, dan baru pertama menggunakan kartu ini, saya pun bertanya:
"Maaf, ini siapa ya?"
Orang itu membalas, dan mengaku namanya Basilah
*Saya tidak pernah mengenal siapa itu Basilah
Belum selesai sampai disitu, di akhir SMS berikutnya (SMS ke-10) saya akhrinya tahu apa masalah sebenarnya, isi SMS nya:
"Sape kapan km bisa jur2 sam sumi nya sdri.Kena pa mulut km ga bisa di pegang.."
"Opacen ws bejad"
Oke, sampai titik ini saya tidak bisa lagi diam, karena sudah cukup meresahkan dan kasihan jg orang itu marah-marah ke alamat yg salah.
Untuk meredakan ketegangan, dan berusaha untuk memutus benang permasalahannya, maka saya pun dengan tenang menjawab:
"Maaf, saya belum pernah mengenal yg bernama Basilah sebelumnya. Saya baru dapat kartu ini seminggu yg lalu. Kalau memang pak Basilah pny kenangan yg krg baik dgn pemilik nmr ini sebelumnya. Mari kita sama2 doakan spya ybs diberi ptnjuk agr lebih baik. Saya jg minta maaf krn tidak mengetahui apa2 tentang hal ini. Harap maklum. Terima kasih :)"
Tidak lama kemudian, orang itu membalas:
"Ah tai" *maaf kalau kurang berkenan, tapi itulah yg beliau kirimkan*
SMS terakhir itu mengakhiri percakapan kami, karena saya merasa tidak ada untungnya dan tidak penting. Tentu saja saya tidak memberitahu siapa saya, karena itu tidak perlu dan cukup menggaggu.
Sampai disini, saya anggap masalah ini telah selesai dan tidak perlu diingat lagi.
Hari berikutnya..
Kembali org tersebut melancarkan "teror" nya, namun kali ini tidak via SMS tetapi telpon.
Mon, Feb 13, 2012 18:34
Missed Call: +6287824******
Saya tidak sempat mengangkatnya karena memang sedang tidak membawa HP. Baru ketika saya buka HP kembali, sudah ada 8 MissCall dari nomer tersebut.
Meresahkan bukan? apalagi ketika sedang ada urusan, namun tiba-tiba ada misscall dari org salah alamat. Saya mengerti mungkin bapak ini khawatir terhadap kondisi istrinya, tapi saya bukan istrinya..
Mungkin kalau saya iseng bisa saja saya balas yg lebih parah dari SMS nya, tapi itu tidak penting. Maka saya abaikan saja Misscall itu.
Hal ini terulang hingga 2 hari kemudian, misscall berturut-turut yg kurang jelas apa tujuannya. Sampai suatu kali saya putuskan untuk mengangkatnya, dan seperti kebanyakan MissCall, tidak ada suara apapun diseberang sana kecuali suara hampa.
Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada 11 Missed Call dari org tersebut, karena sudah biasa akhirnya saya tidak ambil pusing dan saya biarkan saja.
Apabila anda termasuk salah satu yg pernah mengalami hal ini, semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya. Khusus bagi pengirim (pak basilah) atau siapapun yg pernah megalami hal serupa, saya mohon maaf sekali lagi, saya hanya ingin berbagi dan semoga ini menjadi jalan kita semua agar lebih baik
Sekian. Terima Kasih
NB: Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Kesamaan nama, tempat, dan kejadian merupakan unsur ketidaksengajaan.
Kasus ini menjadi renungan bagi kita semua, bahwa alangkah baiknya kita mendahulukan etika dalam komunikasi, khususnya via SMS dimana kita tidak mengetahui secara langsung siapa yg kita ajak bicara, apalagi kita belum pernah mengetahui nomer lawan SMS kita sebelumnya. Maka mari kita biasakan:
- Awali dengan memastikan siapa lawan SMS kita
- Gunakan bahasa yang sopan dan santun
- Sampaikan dengan jelas apa maksud tujuan kita menghubungi ybs
- Segeralah minta maaf jika memang Salah Alamat
- Kalau memang tidak ada keperluan, jangan bersikap terlalu "ramah" dengan buru-buru mengajak kenalan, apalagi mengaku fans berat. Karena tidak semua orang menyukai hal itu.
- Kalau sudah jelas itu bukan orang yg anda maksud, jangan terlalu "Optimis" dengan selalu menanyakan hal yg sama dan mengajak kenalan terus-menerus, karena itu sangat mengganggu
CATATAN:
- Hal yang menarik dari kasus diatas adalah, kecenderungan untuk tidak mengecek kebenaran nomer tujuan. Saya melihat adanya unsur ketidak sengajaan, atau memang kekeliruan yang terjadi.
- Nomer ini saya dapat secara GRATIS yang dibagikan setiap akhir Kajian Ma'rifatullah di Daarut Tauhid. Ini adalah salah satu sarana dakwah melalui SMS, yaitu bergabung dalam SMS Komunitas XL.
- Dari kejadian ini, saya menemukan ada suatu fenomena "recycle nomer HP", dimana nomer HP yang pernah digunakan, kemudian tidak aktif, setelah jangka waktu tertentu maka akan di"recycle" dan dijual kembali sebagai nomer baru. Entah apakah hal ini memang benar atau tidak, namun yang pasti saya mengalami ini lebih dari 1 kali dengan Operator yang berbeda.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Categories
inspirasiana
(41)
puisi
(33)
hikmah
(29)
sajak
(28)
perjalanan
(26)
renungan
(11)
langit bumi
(9)
mimpi
(8)
pemuda
(8)
introspeksi
(6)
poetry
(5)
reblog
(5)
#GamusStory
(4)
hujan rindu
(4)
kultwit
(3)
kutipan
(3)
nikah
(3)
pelajaran
(3)
InspirasiMM
(2)
MyDreamSeries
(2)
jejak pena
(2)
punggung awan
(2)
selftalk
(2)
TourBandungGresik
(1)
fiksi
(1)
Popular posts
-
[on Sunday, June 20, 2010 at 4:00pm] Assalamu alaikum.. Adikku tersayang.. Ku tulis ini sebagai permintaan maaf dan salam perpisahan Sebelu...
-
H ari ini hari yang bersejarah A wal dari perjuangan yang tak kenal lelah R emaja Indonesia telah bersumpah I ndonesia ku tidak untuk ter...
-
Dalam kesakitan teruji kesabaran. Dalam perjuangan teruji keikhlasan. Dalam ukhuwah teruji ketulusan. Dalam tawakal teruji keyakinan Hi...
-
Lelah Aku pun marah Pada suara-suara yang memerahkan telinga Pada bisikan yang mengusik jiwa Aku marah pada diriku yang tidak bisa...
-
Tak perlu banyak bicara, hanya berbagi dan biarkan imajimu mengartikannya sendiri, seperti diamnya langit dan bumi penuh makna yang menarik ...




