Aku, barangkali bukan orang yang sama sekali engkau harapkan. Bukan malaikat yang tutur katanya lembut mempesona, bukan pangeran yang gagah dan selalu sedia pedang di tangan. Bukan, sama sekali bukan.
Padamu Kulihat Cahaya
- Sajak Kunci cahaya, istri, ketulusan, mata, pelangimalam
Celoteh Pagi #3: This Traffic Is Killing Me
- Sajak Kunci celotehpagi, hukum, inspirasiana, jepang, lalu lintas, tertib, traffic
Celoteh Pagi #2 : Ibu
Tentang Hadirmu
Wordpress atau Blogger?
Dulu, cukup banyak yang bertanya pada saya soal ini, entah karena memang tidak tahu perbedaan keduanya atau sedang meminta pendapat untuk memilih salah satu yang lebih baik diantara keduanya. Ada yang bahkan saking bingungnya, akhirnya bikin dua-duanya, atau tiga, ditambah dengan Tumblr.
Well, saya tidak akan membahas panjang lebar tentang perbedaan masing-masing dan apa saja keunggulan serta kekurangannya, saya cuman mau berbagi sedikit cerita kenapa saya memutuskan untuk membuat blog saya dalam versi Wordpress.
Bukan serta-merta memindahkah sih, meskipun isinya memang sama persis dengan yang ada di Blogger. Karena meski begitu, untuk saat ini yang Blogger masih akan terus saya update.
Saya pun kadang bingung menilai antara keduanya. Karena memang secara garis besar keduanya sama saja, sama-sama bisa untuk ngeblog. Tapi, yang namanya jualan, apalagi di zaman persaingan bebas seperti sekarang, pasti ada saja bedanya. Setiap produk pastilah punya keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Bahkan untuk hal sepele seperti pulpen pun banyak macemnya, apalagi urusan ngeblog yang bisa merevolusi dunia <em>*iya gitu?</em>
Seringkali, untuk penanya yang 'gaptek' alias sama sekali belum kenal apa itu blog, apa itu website, bahkan megang mouse aja gemeteran <em>*ya kali..</em> saya berikan dia jawaban yang demokratis <em>*atau dilematis? :p*</em> yang mungkin tidak sepenuhnya cenderung ke salah satu. Karena, menurut saya semuanya sama, sama-sama fasilitas untuk membantu mencurahkan ide ke dalam tulisan. Semua kembali ke masing-masing, lebih suka yang mana.
Saya pun memberikan pandangan telebih dahulu sebelum akhirnya membantunya untuk memutuskan memakai yang mana. Saya pun menanyakan latar belakangnya ngeblog, apakah untuk koleksi tulisan pribadi, untuk jadi diary, atau bahkan nantinya jadi semacam portofolio tempat majang karya-karyanya yang beraneka rupa.
Beda cerita kalau yang bertanya adalah seorang yang cukup 'melek IT', aktif menulis, sering update di media sosial. Saya menjelaskan lebih detail, mulai dari fasilitas-fasilitas apa yang dipunya, seberapa bisa dimodifikasi, sampai nanti gimana bagian adminnya (dapurnya). Kalau kata pendapat awam saya, Blogger ngga se<em>powerful</em> Wordpress, baik dalam hal fasilitas dan juga publisitasnya. Meskipun, Blogger punya kelebihan sendiri karena ia produk dari Google yang notabene perusahaan "semua ada" yang juga browser nomer wahid di dunia.
Entahlah, mungkin karena pengaruh branding ya, atau pengaruh sayanya yang sok tahu sampai bisa menyimpulkan begitu saja :p
Beberapa dari mereka pun akhirnya betah ngeblog dan cukup produktif, sampai sekarang blognya masih aktif dan saya pun jadi langganan tulisannya. Tapi ada juga yang jarang di update, mungkin karena sibuk ya, hehe *sama*.
Belakangan, pertanyaan-pertanyaan macam "Bagusan mana sih, Blogger apa Wordrpess?" tidak lagi muncul. Saya yakin salah satunya bisa jadi karena memang akses informasi lebih mudah, orang bisa bertanya langsung via Google, forum-forum, apalagi tutorialnya pun bertebaran di Youtube. Sehingga tidak perlu bingung lagi. Atau mereka lebih memilih facebook yang bisa bikin notes dengan mudah tanpa perlu utak-atik settingan yang ribet. Tinggal tulis, post, dan sebar...
Namun, pada suatu hari, pertanyaan itu kembali muncul. Namun kali ini bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Ya, saya terkadang iri juga lihat teman-teman yang ngeblog di wordpress, kok kelihatannya lebih mudah dikunjungi, tampilannya keren-keren lagi. *curhat. Jadilah terpikir untuk mencoba pakai wordpress, karena saya juga beberapa kali sempat ngurus website yang pakai wordpress, lumayan hebat ternyata...
Sebenarnya, mau blogger atau wordpress sih sama saja. Bukan soal layanannya, tapi kemauan dan kesungguhan untuk menulisnya. Mau pakai layanan blogging secanggih apapun, kalau jarang nulisnya dan ngga niat ngurus, ya sama saja ujungnya.. *ngaca*
Biarlah sekarang dua-dua nya masih jalan, kita lihat mana yang lebih nyaman dan progress kunjungannya lebih banyak, itu yang akan lebih diperhatikan. Atau bisa jadi dua-duanya tetap aktif, cuman beda pembagian kontennya saja. Seperti blog yang dulu ada dua *sama-sama blogger, tapi karena lupa passwordnya akhirnya ga bisa login dan mau ngga mau bikin lagi deh...
Oh ya, satu hal yang mendorong saya untuk memilih wordpress adalah karena wordpress menyediakan fasilitas Pages (halaman) yang lebih baik. Artinya, blog bisa dibagi-bagi kedalam beberapa tab, atau sederhananya bagian-bagian tersendiri sesuai kategori. Hal ini yang tidak bisa dilakukan di blogger.
Mengingat semakin banyaknya tulisan yang ada di blog, dan semakin berkembangnya topik yang dibahas, saya ingin mengelompokkannya menjadi beberapa bagian tersendiri dalam halaman yang berbeda. Misalnya Puisi, cerpen, novel, bahkan halaman khusus untuk catatan perjalanan dan foto-foto. Tentunya kurang nyaman kalau dibuat satu halaman saja, dan harus mencari kebawah (scroll-down). Lebih mudah kalau dipisah kedalam tab-tab sendiri kan? :)
Itulah sedikit cerita tentang lahirnya blog Iqbalarubi.wordpress.com, alias Sajak Pena 2. Semoga bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya. Jadi blog yang shalih dan membanggakan penulisnya...
Selamat datang, Sajak Pena 2!
Anggap saja kamu adalah adiknya Sajak Pena 1 (Blogger). Kalian yang akur ya :D
Rumah, 8 Agustus 2014
Celoteh Pagi #1
Telah berlalu sekian musim, hingga tak terhitung lagi berapa banyak daun-daun jatuh berguguran.
Seperti lembaran puisi yang tumbuh dan melekat di jiwa, yang akhirnya pun jatuh berserakan.
Telah berlalu sekian musim, hingga tak kuingat lagi kapan bunga-bunga itu bermekaran dan membuahkan kebahagiaan
Kamu, dan senyummu yang memerah pagi itu. Memaksa kelopak yang layu untuk bangun dan menyapamu
Telah berlalu sekian bulan, sejak bunga-bunga itu bertebaran dan menumbuhkan harapan akan perjumpaan
Telah berlaku sekian masa, sejak sajak-sajak itu tertuliskan. Hingga ku tak tahu lagi, mana sajak dan mana yang bukan.
**
Kita, seperti sepasang buah yang dilahirkan dari pohon yang sama. Menanti hari demi hari hingga matang dan siap dipertemukan.
Mungkin kita sejatinya dilahirkan dari pohon yang sama, hanya saja tumbuh di cabang yang berbeda. Lalu kenapa kita tak disandingkan saja, dengan ikatan yang sama kuatnya?
Tapi, bukankah dahan itu akan patah jika dipaksa? Bukankah bila digenggam terlalu erat, daun-daun yang melindungi itu akan runtuh dan binasa?
Tak malukah kita, bila ternyata apa yang kita tumbuhkan tak ubahnya pohon yang gugur daunnya. Kering dan tak berwibawa, hilang nilai kehormatannya.
Kamu, tak terhitung lagi berapa kali terjatuh dan 'gugur' dalam berjilid kisah pertempuran. Entah sejauh apa kaki kecilmu itu akan kuat berjalan
Anak Tangga Terakhir, 7 Agustus 2014
"Dasar, Tukang Becak Bodoh!" - Sesak Karena Keterdesakan
Kemarin, saat perjalanan menuju Gresik dalam rangka mudik, saya menemukan sebuah kejadian menarik, ada sebuah becak yang berusaha menyalip Bis yang saya tumpangi. Ada kejadian tak terduga...
Kenapa harus memilih?
Berkaca dari fenomena pilpres kali ini, muncul sebuah pertanyaan: "Kenapa sih harus ribut milih 1 atau 2, kan dua-duanya sama-sama pingin memajukan bangsa indonesia? Kenapa ngga kerjasama aja sih?"
Berdoalah, Maka Akan Aku Kabulkan
Menanam Benih
Seorang kakek terlihat sedang asyik merawat pohon kurma di depan rumahnya. Pohon itu belumlah besar, kira-kira hanya setinggi anak kelas 3 SD.
- Sajak Kunci benih, hikmah, inspirasiana, karismaitb, kebaikan
Mereka Tak Pernah Salah Memilih
| Komet, bulan, air, bintang, mereka semua tak pernah salah memilih. |
Komet tak pernah salah memilih lintasannya, ia berkelana sesuai garis edar yg ditentukan untuknya
Atom tak pernah salah memilih tingkat energi, dimana saja ia seharusnya berada
Hidrogen tak pernah salah memilih temperatur, yang menjadikannya helium dan kita dapati menyala pada setiap bintang di alam semesta
Elektron tak pernah salah memilih arah, yang menjadikan lampu berpijar dan menerangi dunia
Bulan tak pernah salah memilih rupa, ia tahu kapan harus sabit maupun purnama
Air tak pernah salah memilih bentuk, ia tahu kapan harus memadat, menguap, dan mencair
Allah tak pernah salah mencipta, ia tunjuki setiap makhluk apa yang harus dilakukannya, dengan sempurna.
*Inspirasi dari khutbah Jumat di masjid dekat rumah
Cimindi, 13 Juni 2014
- Sajak Kunci alam, allah, inspirasiana, makhluk, memilih
Toples Monyet
Orang yang kurang tafakur akan menangis karena derita berkepanjangan, tapi orang yang banyak tafakur akan menangis karena rasa syukur - Aa Gym
Setan Mungkin Tertawa
Setan mungkin tertawa, saat kau mengeluh dengan mudahnya
Menyalahkan segala sesuatunya, dan menyerah begitu saja
Tausiyah Cinta
Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang
Yang entah siapa dan dimana saat ini
Untukmu yang jauh disana
Terkadang mata ini iri kepada hati
Karena kau ada dihatiku
Namun tidak tampak dimataku
Aku tidak memiliki alasan pasti
Mengapa sampai saat ini masih ingin menunggumu
Meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu dan diharapkan
Hati ini meyakini bahwa kau ada
Meski entah dibelahan bumi mana
Yang aku tahu
Kelak aku akan menyempurnakan hidupku denganmu
Disini disisiku
Maka saat hatiku telah mengenal fitrahnya
Aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang yang dicintai Nya
Sekalipun kita belum pernah bertemu
Mungkin saat kini kita tengah melihat langit yang sama
Tersenyum menatap rembulan yang sama
Disanalah tatapanmu dan tatapanku bertemu
#TausiyahCinta - Hal. 94
*Biar lebih menghayati, bisa disimak video musikalisasi puisinya disini:
-Tausiyah Cinta (Versi Ikhwan)
-Tausiyah Cinta (Meyda Sefira)
Tentang Chemistry, Dari Hidung Turun ke Hati
Rasa ketertarikan tidak selalu disebabkan karena faktor fisik dan sosial, karena dia ganteng/cantik atau sifatnya yang baik. Tapi juga melibatkan mekanisme kimia, melalui feromon. Itulah kenapa ia disebut chemistry. -Iqbal Arubi-
Kalau cocok, orang akan mengatakan ada 'chemistry' diantara mereka. Kalau tidak cocok, artinya kita tidak punya chemistry dan hubungan kita berakhir sampai sini.. hehe. Tapi, apa sih 'chemistry' itu sendiri?
Kumpulan Kutipan Ngaco Pilpres 2014
Jangan salahkan dia jika cintamu bertepuk sebelah tangan, salahkan moderator karena belum ngasih ijin untuk bertepuk tangan #QuotePilstres
Jangan tanyakan nilai ujian pada rumput yang bergoyang, tapi tanyakanlah hasil penilaian pada atasan #QuotePilstres
Jangan paksa dia untuk memutuskan jadi/tidak, tapi panggil programmer niscaya jadi dalam 2 minggu. #QuotePilstres
Jangan mau terima suap meskipun itu uang kita sendiri, karena masih banyak nasi bungkus yang belum dibagi #QuotePilstres
Janganlah bermain anggaran untuk politik, lebih baik berpolitiklah dengan anggaran #QuotePilstres
Jangan terlalu berharap bunga-bunga untuk bermekaran, karena ketika sudah mekar suatu saat akan diminta kembali #QuotePilstres
Sepandai-pandai tupai meloncat, akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandai macan berdebat, akhirnya gugup juga #QuotePilstres
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, anak buah jatuh juga tak jauh dari "pohon"nya #QuotePilstres
Menjadi Insan Mulia di Tengah Kesibukan (1): Ust Fauzil Adhim
Berapa banyak orang yang menggelengkan kepala ketika mengucap laailahaillallah, tapi hatinya tidak meniadakan ilah selain Allah. Berapa banyak yang mengucap subhanallah, menyucikan Allah dari segala persangkaan, tapi disaat yang sama mempertanyakan keadilan Allah.
Di zaman fitnah nanti, banyak orang yang Ibadahnya saja untuk dunia. Kalau para salafus shalih kerjanya saja untuk akhirat, maka di zaman fitnah, akan banyak orang yang ibadahnya saja bahkan untuk dunia.
Menemukan Diri(1):
Pernah merasa diri yang sekarang bukanlah dirimu yang sebenarnya?
Ketika bangun pagi dan bercermin di depan kaca, tidak tahu siapa sebenarnya yang ada dihadapan kita? Ibarat anak ayam yang kehilangan induknya, bingung kita ada dimana dan mau kemana.
- Sajak Kunci hikmah, inspirasiana, passion, tujuan hidup, visi
Inspirasi Dari Selembar Daun
- Sajak Kunci #RefreshKSM, alam, daun, hikmah, inspirasiana, takdir
Nunda Nikah vs Nunda Buang Air
- Sering banget kalau mau wudhu, baru liat air udah kepingin Buang Air. Selalu terpaksa milih: Ditunda, apa disegerakan? #TundaOrSegera
- kalau ditunda, bisa berapa lama tuh nahan? kalau disegerakan, khawatir shalatnya ketinggalan. Galau deh... #TundaOrSegera
- lebih bagus pasti disegerakan dan shalat ngga ketinggalan. Betul apa betul banget? :D #TundaOrSegera
- kalu ditunda.. hmm, bisa sih ditunda. Tapi apa nanti ngga kepikiran tuh waktu shalat? Pasti kerasa ngga nyaman :| #TundaOrSegera
- jadi, gimana baiknya? ditunda apa disegerakan? hehe, silahkan direnungkan #TundaOrSegera
Categories
Popular posts
-
[on Sunday, June 20, 2010 at 4:00pm] Assalamu alaikum.. Adikku tersayang.. Ku tulis ini sebagai permintaan maaf dan salam perpisahan Sebelu...
-
H ari ini hari yang bersejarah A wal dari perjuangan yang tak kenal lelah R emaja Indonesia telah bersumpah I ndonesia ku tidak untuk ter...
-
Dalam kesakitan teruji kesabaran. Dalam perjuangan teruji keikhlasan. Dalam ukhuwah teruji ketulusan. Dalam tawakal teruji keyakinan Hi...
-
Lelah Aku pun marah Pada suara-suara yang memerahkan telinga Pada bisikan yang mengusik jiwa Aku marah pada diriku yang tidak bisa...
-
Tak perlu banyak bicara, hanya berbagi dan biarkan imajimu mengartikannya sendiri, seperti diamnya langit dan bumi penuh makna yang menarik ...







