Showing posts with label tausiah. Show all posts
Showing posts with label tausiah. Show all posts

Menjadi Insan Mulia di Tengah Kesibukan (1): Ust Fauzil Adhim

  • 0
Tausiah Ust. Fauzil Adhim dalam Mabit yang diselenggarakan oleh DKM an-Nuur Biofarma Bandung dengan Tema "Menjadi Insan Mulia di Tengah Kesibukan", pada tanggal 26-27 Mei 2014 (sebagian tidak sempat terekam karena keterlambatan saya, harap maklum). Download rekamannya disini
Berapa banyak orang yang menggelengkan kepala ketika mengucap laailahaillallah, tapi hatinya tidak meniadakan ilah selain Allah. Berapa banyak yang mengucap subhanallah, menyucikan Allah dari segala persangkaan, tapi disaat yang sama mempertanyakan keadilan Allah.
Di zaman fitnah nanti, banyak orang yang Ibadahnya saja untuk dunia. Kalau para salafus shalih kerjanya saja untuk akhirat, maka di zaman fitnah, akan banyak orang yang ibadahnya saja bahkan untuk dunia.

Memegang Berarti Membeli! - Perumpamaan bagi kaum muda yang mau berfikir

  • 0

Ibarat buah, ia adalah buah hati yang sangat berharga, hanya boleh disentuh oleh yang juga menghargai buah itu..

Suatu ketika kita jalan-jalan di supermarket, kemudian melihat-lihat tempat buah.
Kita tertarik pada buah mangga yg kulitnya mulus, wangi, dan bentuknya bagus.
Kita pun mendatangi tempat buah itu, dan mendekatinya, entah dengan mengendap-endap biar ga ketahuan, atau langsung nyamber kaya buaya kelaparan.

Buah itu bagus banget, kulitnya mulus, wangi, the best lah.. Sayang banget kalo sampe ga punya tu buah, kita suka banget sama tu buah, pengen banget dibawa pulang..
Kalau lagi suntuk, kalau lihat buah itu jadi semangat.
Bisa nemenin makan
Bisa dipamerin juga ke tetangga, temen, dkk..

Tapi pas liat harganya, and lihat tulisan "Dilarang pegang-pegang, kecuali beli" kita jadi mikir-mikir..

(ah, dicoba dulu aja, ntar kalo udah sanggup beli, baru dibawa pulang) Pikir kita

Dasar emang ngga sanggup nahan, karena penasaran kita pun megang tuh buah. Diliatin terus, dielus-elus, diciumin, syukur-syukur kalau bisa dikupas dan dimakan disitu, habis itu dibuang deeh.. (Enak ya gratisan :p)

Lagi enak-enaknya "ngicipin" tuh buah, eh pak penjaga toko nyamperin..

"Dek, suka ya sama buahnya?"
"Eh, iya pak, bagus banget.. hehe"
"Kalau suka, bawa pulang aja, tuh kasirnya disana"
"ehm. ee.. engga pak, cuman penasaran aja, pengen tahu aja"
"Kalau emang ngga beli, jangan pegang-pengang aja dong.."
"Emang ngga boleh ya pak?"
"Itu udah ada tulisannya, ngga bisa baca ya?"
"Bapak menghina saya ya, saya bisa baca lah pak..."

Si bapak rada kesel, "Trus?"

"Ya kan pak saya suka banget sama buahnya, penasaran pengen tahu gimana rasanya, saya ga bisa pulang kalau belum tahu.."
"Emang kalau mau tahu harus dipegang-pegang ya?"
"Ya kan pak, biar tahu gimana kondisinya, bagus apa engga.. Nanti biar kalau mau beli bisa milih yang bagus"
"Enak aja, nanti buahnya ketularan kuman bekas tangan kamu. Nanti kasian orang lain, ngga mau beli jadinya"
"Yah pak, trus gimana dong kalau ngga dipegang?"
"Ya kalau mau megang, beli dulu. Atau kamu tanya sama pembeli yg lain, gimana rasanya. Saya jamin buah-buah disini bagus dan berkualitas, cuman orang-orang tertentu yg bisa beli"
"Kalau gitu saya bawa dulu ini trus saya tanya sama yg lain ya pak?"
"Eh, ngarang kamu! dipegang disini aja ngga boleh, kok malah mau dibawa lari.. Ntar kamu kupas tanpa sepengetahuan saya lagi, itu mencuri namanya!"

"Yah pak, pelit amat sih.."
"Itu kan sudah tugas saya, buah itu amanah buat saya, harus dijaga dengan baik.."
"Iya ya pak.. lagian dipajang gitu aja, kan saya jadi penasaran. Wajar dong kalau pengen liat, udah gitu wangi lagi.. hehe. Lain kali ditutup aja pak, biar ngga kelihatan"
"Oh iya ya, nanti saya tutupin pake plastik deh"
"Yah pak, kalo cuman pake plastik, masih kelihatan dong.."
"Trus gimana?"
"Ya tutup pake kain yg ngga transparan, tapi jangan kain tipis atau karet yg ketat pak, nanti sama saja bisa ditebak bentuk buahnya.."
"Oh, ya ya ya.. nanti saya minta supaya ditutupin kain tebal.. Jadi, adek mau beli ngga nih?"
"Hehe.. nanti dulu pak."
"Ya sudah, itu ngapain masih kamu pegang-pegang?"
"Dikit aja sih pak, nanti jg saya janji deh kesini lagi mau beli"
"Ya itu kan nanti, udah sana balikin lagi!"
"Bapak galak amat"
"eh, saya itu sayang sama kamu, daripada kamu nanti dihukum sama satpam gara-gara bawa pergi buah tanpa izin, gimana coba?"
"Oh iya ya pak.. Makasih ya pak..."


Itu buah mangga, gimana dengan Buah Hati (anak orang)?
#Renungan

Rumah Pelangi,
8 Oktober 2012 - 01:00 AM

**

*Segera setelah itu, saya ceritakan ini ke senior saya di Karisma, yg udah nikah hampir setahun yg lalu, alhamdulillah sebentar lagi jadi ayah. Ini pesannya:
"betul banget suatu fenomena yang marak terjadi pada muda-mudi. tapi pada kenyataannya buah tersebut kaya di pasar swalayan yang yang kebanyakan tidak dijaga oleh orang tua y. jadi tiada ada kontrol dan pagar buat buah itu sendiri. Wah cerita ini semoga bisa menyentuh dan menjadi cara dakwah bagi para kalangan anak2 muda yang terombang-ambil perasaan. makanya nikah menjadi jalan yang tepat." - Frista Ragam, Teknik Geodesi & Geomatika ITB 2008
Nuhun kang, setuju sama poin terakhir. Jangan bosan-bosan kalau saya konsultasi soal itu ya kang hehe :)

Filosofi Lisan

  • 0
  1. Lisan orang mukmin bermula dari belakang hatinya, sedangkan hati orang munafik bermula dari belakang lisannya.
  2. Tidaklah lurus iman seseorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak lurus hatinya sehingga lurus lisannya.
  3. Demi Allah, tidaklah aku melihat seorang hamba bertaqwa dengan taqwa yang membawa manfaat baginya sehingga dia menyimpan lisannya.
  4. Sesungguhnya lisan ini senantiasa tidak mematuhi pelmiliknya.
  5. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya eseorang tersembunyi di bawah lisannya.
  6. Ketenangan seseorang terdapat dalam pemeliharaannya terhadap lisannya.
  7. Lisanmu menuntutmu apa yang telah engkau biasakan padanya.
  8. Lisan laksana binatang buas, yang jika dilepaskan niscaya ia akan menggigit.
  9. Jika lisan adalah alat untuk mengekspresikan apa yang muncul dalam pikiran, maka sudah seyogyanya engkau tidak menggunakannya dalam hal yang tidak ada dalam pikiran itu.
  10. Perkataan tetap berada dalam belenggumu selama engkau belum mengucapkannya. Jika engkau telah mengucapkan perkataan itu, maka engkaulah yang terbelenggu olehnya. Oleh karena itu, simpanlah lisanmu, sebagaimana engkau menyimpan emasmu dan perakmu. Ada kalanya perkataan itu mengandung kenikmatan, tetapi ia membawa kepada bencana.
  11. Sedikit sekali lisan berlaku adil kepadamu, baik dalam hal menyebarkan keburukan maupun kebaikan.
  12. Timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan sedikitkanlah ia dalam berbicara kecuali dalam kebaikan.
  13. Sesungguhnya ada kalanya diam lebih kuat daripada jawaban.
  14. Jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraannya.
  15. Apa yang terlewat darimu karena diammu lebih mudah bagimu untuk mendapatkannya daripada yang terlewat darimu karena perkataanmu.
  16. Sebaik-baik perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.
  17. Jika ringkas (dalam perkataan) sudah mencukupi, maka memperbanyak (perkataan) menunjukkan ketidakmampuan mengutarakan sesuatu. Dan jika ringkas itu dirasa kurang, maka memperbanyak (perkataan) wajib dilakukan.
  18. Barang siapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya, barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit malunya; barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit wara'nya (kehati-hatian dalam beragama); barangsiapa yang sedikit wara'nya, maka mati hatinya; dan barangsiapa yang mati hatinya, maka dia akan masuk neraka.

Sayyidina Ali (Karamallahu Wajhah), Cahaya Sufi
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR, Muttafaq Alaih).

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18).

-Rabbishrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul uqdatam billisani, yafqaul qauli..
"ya Allah.. lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (Qs. Thaahaa : 25-28)

Semoga kita termasuk orang-orang yang menjada lisan kita, amiin... n_n

Popular posts