Sajak Tanpa Pena

  • 0

tertipu
aku tertipu
satu demi satu
menjauh dariku
**
dalam barisan tiada daya
menangkap makna yang segera sirna
**
berdiri tegak diatas duri
berjalan hampa tiada arti
sudikah kita berdiam diri
sia-sia menunggu mati

Bandung, 14 Oktober 2011 12:18

Hari Sumpah Pemuda

H ari ini hari yang bersejarah
A wal dari perjuangan yang tak kenal lelah
R emaja Indonesia telah bersumpah
I ndonesia ku tidak untuk terpecah belah

S atu nusa, satu bangsa, satu bahasa
U ntuk satu tujuan mulia, cita-cita bangsa
M enjunjung tinggi tanah air, tanah airku Indonesia
P ara pemuda yang telah berjasa
A kan selalu terjaga sepanjang masa
H ati yang satu, bersama wujudkan asa

P ara pemuda, jangan berputus asa
E nyahkan rintangan yang selalu ada
M enang dan kalah sudah biasa
U sah menyimpan dendam di dada
D ua puluh delapan bulan Oktober
A kan selalu ada di setiap masa... 

Bandung, 28 Oktober 2010
-Iqbal Arubi-

My Blog Returns! :D

  • 0
Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah...
Setelah beberapa waktu 'merelakan' kepergian blog ini, dan dengan sangat terpaksa membuat blog baru, akhirnya blog ini berhasil terselamatkan setelah saya ingat alamat email yang dipakai untuk mengakses blog ini.

Sebelumnya, saya sempat khawatir dan dag dig dug penasaran, jangan-jangan udah ga bisa dipake nih blog, sayang sekali... :(
Saya coba recover, dengan meraba-raba alamt email yg pernah dipakai, dan hasilnya nihil, diputer-puter sana sini dari help center google, pun tidak membuahkan hasil.

Jadilah saya membuat akun blog baru, tapi sama-sama di blogger, hehe..
ini dia:
Sebenarnya saya juga sempat bingung, lantas mau diisi apa blog yg baru? (yg lama aja bingung mau diisi apa, ini lagi bikin baru..hehe)
Akhirnya saya putuskan untuk mengisinya lebih ke puisi, ya lebih banyak puisi.
Untuk mendukung kenyamanan membacanya, saya pilih font yang lebih catchy, alias enak dibaca, seperti tulisan tangan.

Namun, masalah kembali muncul, ketika banyak ide-ide untuk menulis, saya pikir lagi, rasanya kurang tepat kalau menulis tulisan panjang dengan font yang lebih cocok untuk tulisan pendek seperti puisi, pasti bikin mata lelah dan tidak nyaman. Yah, ide menulis pun menguap begitu saja, di depan layar kotak ku.. *eh, bingung dengan istilah "layar kotak"? baca ini dulu :D

Semuanya berubah ketika negara api menyerang setelah beberapa menit yang lalu saya berhasil mengaktifkan kembali alamat email untuk blog ini, yee...

Mau tahu cara balikin email yg sudah non-aktif? (untuk ini, kasusnya saya pakai Yahoo! Mail) -> Baca di sini

Oke, sekian curhatan saya malam ini, kembali ke layar kotak dengan tumpukan teks dan gambar yang amburadul, saatnya bekerja!

Wassalamualaikum wr. wb.

Propencong

Filosofi Lisan

  • 0
  1. Lisan orang mukmin bermula dari belakang hatinya, sedangkan hati orang munafik bermula dari belakang lisannya.
  2. Tidaklah lurus iman seseorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak lurus hatinya sehingga lurus lisannya.
  3. Demi Allah, tidaklah aku melihat seorang hamba bertaqwa dengan taqwa yang membawa manfaat baginya sehingga dia menyimpan lisannya.
  4. Sesungguhnya lisan ini senantiasa tidak mematuhi pelmiliknya.
  5. Berbicaralah, niscaya kalian akan dikenal karena sesungguhnya eseorang tersembunyi di bawah lisannya.
  6. Ketenangan seseorang terdapat dalam pemeliharaannya terhadap lisannya.
  7. Lisanmu menuntutmu apa yang telah engkau biasakan padanya.
  8. Lisan laksana binatang buas, yang jika dilepaskan niscaya ia akan menggigit.
  9. Jika lisan adalah alat untuk mengekspresikan apa yang muncul dalam pikiran, maka sudah seyogyanya engkau tidak menggunakannya dalam hal yang tidak ada dalam pikiran itu.
  10. Perkataan tetap berada dalam belenggumu selama engkau belum mengucapkannya. Jika engkau telah mengucapkan perkataan itu, maka engkaulah yang terbelenggu olehnya. Oleh karena itu, simpanlah lisanmu, sebagaimana engkau menyimpan emasmu dan perakmu. Ada kalanya perkataan itu mengandung kenikmatan, tetapi ia membawa kepada bencana.
  11. Sedikit sekali lisan berlaku adil kepadamu, baik dalam hal menyebarkan keburukan maupun kebaikan.
  12. Timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan sedikitkanlah ia dalam berbicara kecuali dalam kebaikan.
  13. Sesungguhnya ada kalanya diam lebih kuat daripada jawaban.
  14. Jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraannya.
  15. Apa yang terlewat darimu karena diammu lebih mudah bagimu untuk mendapatkannya daripada yang terlewat darimu karena perkataanmu.
  16. Sebaik-baik perkataan seseorang adalah apa yang perbuatannya membuktikannya.
  17. Jika ringkas (dalam perkataan) sudah mencukupi, maka memperbanyak (perkataan) menunjukkan ketidakmampuan mengutarakan sesuatu. Dan jika ringkas itu dirasa kurang, maka memperbanyak (perkataan) wajib dilakukan.
  18. Barang siapa yang banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya, barangsiapa yang banyak kesalahannya, maka sedikit malunya; barangsiapa yang sedikit malunya, maka sedikit wara'nya (kehati-hatian dalam beragama); barangsiapa yang sedikit wara'nya, maka mati hatinya; dan barangsiapa yang mati hatinya, maka dia akan masuk neraka.

Sayyidina Ali (Karamallahu Wajhah), Cahaya Sufi
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR, Muttafaq Alaih).

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 18).

-Rabbishrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul uqdatam billisani, yafqaul qauli..
"ya Allah.. lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (Qs. Thaahaa : 25-28)

Semoga kita termasuk orang-orang yang menjada lisan kita, amiin... n_n

Popular posts