Mati-matian membela yang tak meminta dibela itu Konyol

  • 0
Kalau memang mendukung kebebasan berekspresi, mereka yg menutup aurat dan menjaga akhlaknya juga boleh dong didukung..

Wong ya kebebasan berekspresi, berarti para muslimah bebas dong mengekspresikan ketaatannya kepada Allah dengan berjilbab, gitu kok dibilang membatasi perempuan, wong yg berjilbab bahagia dengan jilbabnya kok...

Para ikhwan juga bebas manjangin jenggotnya, pake jubah, sebagai ekspresi kecintaannya terhadap sunnah nabi. lah kok dicap teroris..

Biarlah orang ngasih cap apa aja, yg penting isinya tetap orisinil dan bukan imitasi.

"Kebebasan itu bebas dalam batasan. Kebebasan kita dibatasi oleh penghormatan kita kepada hak orang lain" - Mario Teguh



**

Daripada mati-matian membela yang tak minta dibela
lebih baik melawan yang jelas-jelas menentang
Daripada bilang "Kami melindungi hak wanita"
Lebih baik kalian dengarkan betapa bahagianya mereka

**

*Just wanna share my opinion :)


Hari Panen Strawberry
27 Oktober 2012  - 8.26 WIB

Gebrakan apalagi yang akan kau lakukan, bung?!

Perubahan selalu hadir dengan gebrakan. Orang-orang pembawa perubahan selalu tampil beda dan ditentang banyak orang pada awalnya, tapi kemudian dipercaya dan diikuti pandangannya

Agen perubahan tidak lahir di kasur yang empuk
tidak berjalan diatas jalan yang mulus tanpa kerikil
tidak berbicara kecuali hanya dirinya yg mendengar
tidak mendengar kecuali suara-suara yang menentangnya
tidak berfikir

sama dengan apa yang juga difikirkan orang

Agen perubahan selalu gelisah dengan keadaan sekitarnya
selalu ada pertengkaran nilai dalam batinnya
selalu ingin bertindak sesuai panggilan hatinya

Apakah kamu termasuk di dalamnya?

**

Sejak kecil kau lahir dengan gebrakan, bung!
Kau tidak akan terlahir ke dunia, kecuali kau dipaksa keluar dari rahim ibumu yang nyaman itu.

Ingatlah, gebrakan apa saja yang sudah kau buat:

  • Anak Nakal ga akan dapat juara kelas -> Dari kelas I SD kau sering bikin ribut, jarang dengerin guru, tapi tiap caturwulan selalu dapet piala smp kelas III
  • Orang bilang masak itu urusan kaum hawa -> sejak 6 SD kau sudah belajar masak untuk orang serumah (kau, ayah dan adikmu)
  • Waktu istirahat sekolah itu buat main, jalan-jalan, kabur -> Baca buku di perpus
  • Penjurusan SMA itu harus bisa masuk IPA! -> Kau pilih IPS walau nilai IPA cukup bagus.
  • Jurusan IPS itu isinya anak nakal, kamu nanti jadi preman -> Kau aktif di Remaja Masjid dan jadi salah satu lulusan terbaik IPS tahun itu.
  • IPS itu cuman ngurusin duit, ga ngerti teknik -> kau bisa ngrakit rangkaian elektronik, bikin PCB, programming, beberapa kali ikutan lomba robotika
  • Masa remaja itu masa-masa yang indah, harus punya pacar -> Jomblo dari lahir, sampe sekarang fine-fine aja. Pacarannya nanti saja kalu sudah nikah :)
  • Poster itu harus nempel pake double-tape, kalau engga ga akan nempel -> pake selotip kertas, tidak meninggalkan bekas
  • Anak Inter itu eksklusif, apatis -> aktif di berbagai kepanitiaan dan Organisasi Kampus, bahkan menempati posisi penting di kepengurusan, bolak-balik gerlong-dakol, akrab sama satpam n CS

Gebrakan apalagi yang akan kau lakukan, bung?!
 
Merajut Mimpi dalam Hujan
23 Oktober 2012 - 23.53

Memegang Berarti Membeli! - Perumpamaan bagi kaum muda yang mau berfikir

  • 0

Ibarat buah, ia adalah buah hati yang sangat berharga, hanya boleh disentuh oleh yang juga menghargai buah itu..

Suatu ketika kita jalan-jalan di supermarket, kemudian melihat-lihat tempat buah.
Kita tertarik pada buah mangga yg kulitnya mulus, wangi, dan bentuknya bagus.
Kita pun mendatangi tempat buah itu, dan mendekatinya, entah dengan mengendap-endap biar ga ketahuan, atau langsung nyamber kaya buaya kelaparan.

Buah itu bagus banget, kulitnya mulus, wangi, the best lah.. Sayang banget kalo sampe ga punya tu buah, kita suka banget sama tu buah, pengen banget dibawa pulang..
Kalau lagi suntuk, kalau lihat buah itu jadi semangat.
Bisa nemenin makan
Bisa dipamerin juga ke tetangga, temen, dkk..

Tapi pas liat harganya, and lihat tulisan "Dilarang pegang-pegang, kecuali beli" kita jadi mikir-mikir..

(ah, dicoba dulu aja, ntar kalo udah sanggup beli, baru dibawa pulang) Pikir kita

Dasar emang ngga sanggup nahan, karena penasaran kita pun megang tuh buah. Diliatin terus, dielus-elus, diciumin, syukur-syukur kalau bisa dikupas dan dimakan disitu, habis itu dibuang deeh.. (Enak ya gratisan :p)

Lagi enak-enaknya "ngicipin" tuh buah, eh pak penjaga toko nyamperin..

"Dek, suka ya sama buahnya?"
"Eh, iya pak, bagus banget.. hehe"
"Kalau suka, bawa pulang aja, tuh kasirnya disana"
"ehm. ee.. engga pak, cuman penasaran aja, pengen tahu aja"
"Kalau emang ngga beli, jangan pegang-pengang aja dong.."
"Emang ngga boleh ya pak?"
"Itu udah ada tulisannya, ngga bisa baca ya?"
"Bapak menghina saya ya, saya bisa baca lah pak..."

Si bapak rada kesel, "Trus?"

"Ya kan pak saya suka banget sama buahnya, penasaran pengen tahu gimana rasanya, saya ga bisa pulang kalau belum tahu.."
"Emang kalau mau tahu harus dipegang-pegang ya?"
"Ya kan pak, biar tahu gimana kondisinya, bagus apa engga.. Nanti biar kalau mau beli bisa milih yang bagus"
"Enak aja, nanti buahnya ketularan kuman bekas tangan kamu. Nanti kasian orang lain, ngga mau beli jadinya"
"Yah pak, trus gimana dong kalau ngga dipegang?"
"Ya kalau mau megang, beli dulu. Atau kamu tanya sama pembeli yg lain, gimana rasanya. Saya jamin buah-buah disini bagus dan berkualitas, cuman orang-orang tertentu yg bisa beli"
"Kalau gitu saya bawa dulu ini trus saya tanya sama yg lain ya pak?"
"Eh, ngarang kamu! dipegang disini aja ngga boleh, kok malah mau dibawa lari.. Ntar kamu kupas tanpa sepengetahuan saya lagi, itu mencuri namanya!"

"Yah pak, pelit amat sih.."
"Itu kan sudah tugas saya, buah itu amanah buat saya, harus dijaga dengan baik.."
"Iya ya pak.. lagian dipajang gitu aja, kan saya jadi penasaran. Wajar dong kalau pengen liat, udah gitu wangi lagi.. hehe. Lain kali ditutup aja pak, biar ngga kelihatan"
"Oh iya ya, nanti saya tutupin pake plastik deh"
"Yah pak, kalo cuman pake plastik, masih kelihatan dong.."
"Trus gimana?"
"Ya tutup pake kain yg ngga transparan, tapi jangan kain tipis atau karet yg ketat pak, nanti sama saja bisa ditebak bentuk buahnya.."
"Oh, ya ya ya.. nanti saya minta supaya ditutupin kain tebal.. Jadi, adek mau beli ngga nih?"
"Hehe.. nanti dulu pak."
"Ya sudah, itu ngapain masih kamu pegang-pegang?"
"Dikit aja sih pak, nanti jg saya janji deh kesini lagi mau beli"
"Ya itu kan nanti, udah sana balikin lagi!"
"Bapak galak amat"
"eh, saya itu sayang sama kamu, daripada kamu nanti dihukum sama satpam gara-gara bawa pergi buah tanpa izin, gimana coba?"
"Oh iya ya pak.. Makasih ya pak..."


Itu buah mangga, gimana dengan Buah Hati (anak orang)?
#Renungan

Rumah Pelangi,
8 Oktober 2012 - 01:00 AM

**

*Segera setelah itu, saya ceritakan ini ke senior saya di Karisma, yg udah nikah hampir setahun yg lalu, alhamdulillah sebentar lagi jadi ayah. Ini pesannya:
"betul banget suatu fenomena yang marak terjadi pada muda-mudi. tapi pada kenyataannya buah tersebut kaya di pasar swalayan yang yang kebanyakan tidak dijaga oleh orang tua y. jadi tiada ada kontrol dan pagar buat buah itu sendiri. Wah cerita ini semoga bisa menyentuh dan menjadi cara dakwah bagi para kalangan anak2 muda yang terombang-ambil perasaan. makanya nikah menjadi jalan yang tepat." - Frista Ragam, Teknik Geodesi & Geomatika ITB 2008
Nuhun kang, setuju sama poin terakhir. Jangan bosan-bosan kalau saya konsultasi soal itu ya kang hehe :)

Tak Selamanya Merah, Tak Selamanya Pula Hijau

  • 0

Dear Pengemudi yang Budiman (Motor, Mobil, dll termasuk saya) Bersyukurlah punya mata normal yang bisa MEMBEDAKAN warna HIJAU dan warna MERAH, jangan menerobos kecuali anda memang tidak tahu itu warna apa.Sabarlah, lampu lalu-lintas itu tidak selamanya merah dan juga tidak selamanya hijau (kecuali memang dibuat seperti itu)
Saya tahu anda buru-buru, sama dengan saya, tapi tidakkah lebih baik menyelamatkan waktu anda yang berharga dikemudian hari dengan memberikan sedikit saja waktu orang lain untuk dipermudah perjalanannya. Kita pasti senang kalau perjalanan kita dipermudah kan?

Sediakan sedikit saja waktu anda, rata-rata lampu merah tidak sampai 5 menit *setahu saya. Setelah itu anda bisa melanjutkan perjalanan. 

Kenapa menunggu lampu merah itu penting?
Ingatlah ketika anda menerobos lampu merah, mungkin bagi anda itu tidak masalah, tapi bagaimana dengan orang lain?
Bahkan, jika kita mau berfikir jauh, kita juga yang akan rugi dengan menerobos lampu merah.
Kok bisa?

Ruas jalan yang sempit, kadang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melewatinya. Belum lagi ketika harus bertemu di persimpangan, bayangkan jika semua kendaraan dari dua arah yang berbeda menuju satu ruas jalan secara bersamaan, tidak akan cukup bukan? Nah, pastinya harus ada cara agar semua kendaraan bisa melewati jalan itu.

Lampu merah didesain agar semua kendaraan punya kesempatan untuk lewat, dan selain itu juga demi keamanan pengguna jalan.

Dengan adanya pengaturan seperti itu, maka kendaraan bisa secara bergantian melewati ruas jalan sesuai dengan kapasitas jalan yang ada.

Lama menunggu?
Memang menunggu lampu hijau cukup membutuhkan waktu, kadang hanya beberapa detik, atau bahkan ada yang sampai 3 menit, tergantung kepadatan jalan dan jumlah ruas jalan yang bertemu di persimpangan.

Tapi, bukankah menunggu semenit lebih menguntungkan, dibanding harus diam tak bergerak selama berjam-jam? Nah, ini yang kadang tidak disadari oleh kebanyakan kita.

Kenapa sih, harus menunggu begitu? Seperti sudah dijelaskan tadi, terkadang jalan yang ada itu tidak cukup untuk menampung semua kendaraan yang lewat, apalagi kalau dari berbagai arah. 

Bayangkan kemacetan yang terjadi ketika semua kendaraan menuju satu ruas jalan yang sama dalam waktu bersamaan. 

Pernah memindahkan beras dari karung 10Kg kedalam botol menggunakan corong? atau mengeluarkan beras dari rice container (pencet tombolnya, berasnya turun ke bawah)? tidak serta merta semua beras akan pindah kan? pasti sedikit demi sedikit yang keluar, dan itu pun memakan waktu lama untuk memindahkan semuanya.
Seperti itulah yang terjadi, akan makan waktu sangat lama agar semua kendaraan bisa lewat, kalau tidak diatur secara bergiliran.


Lalu kenapa menerobos?
Pasti diantara kita sering tidak sabar dengan lamanya waktu menunggu Lampu Hijau menyala, dan ingin segera melanjutkan perjalanan.

Pergantian giliran lampu hijau, terkadang menyisakan satu waktu dimana tidak ada kendaraan yang melintas sama sekali di tengah persimpangan, ini yang sangat ditunggu-tunggu bagi kebanyakan pengguna jalan, khususnya yang sedang buru-buru.

Momen ini menjadi kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan, sehingga tak jarang beberapa langsung tancap gas dan melesat ke ruas jalan yang dituju *kadang seperti maling yang lari dari kejaran polisi. (Hayo ngaku yang sering begitu, ketahuan dari mukanya hehe)

Masalahnya bukan pada kosongnya jalan kemudian kita menerobos, tetapi dengan menerobos berarti kita sudah mengambil kesempatan orang lain untuk melanjutkan perjalanan (korupsi giliran) 
Kita pasti tidak suka kalau diserobot kan?

Jalanan kosong, aman?
Sudah cukup banyak kejadian dimana dua kendaraan (bahkan lebih) bertabrakan di persimpangan, karena ada salah satu yang menerobos.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan. Ketika tidak menerobos pun bisa saja terjadi kecelakaan, apalagi menerobos, kemungkinan terjadinya bisa lebih besar kan?

Selain itu, bukan hanya kita yang menanggung akibatnya, tetapi pengguna jalan lain juga ikut terkena. Lain cerita kalau anda menerobos pagar di tepi sungai, itu terserah anda, anda sendiri yang tenggelam.

Maka, lebih baik anda selamatkan waktu anda dikemudian hari, dengan menunggu sebentar saja, agar jalanan lancar dan andapun bisa melanjutkan perjalanan kembali dengan aman. Daripada, anda menerobos, kemudian kena tilang, waktu anda akan terbuang kan? Belum lagi kalau terjadi kecelakaan, anda menabrak kendaraan lain yang melintas (naudzubillah), kerugiannya lebih besar kan?

Jadi, berikan sedikit waktu anda untuk kemudahan perjalanan pengemudi lain, dan kemudahan itu juga akan anda dapatkan.

Tidak terlalu penting slogan "TAATILAH RAMBU LALU-LINTAS" ditempel dimana-mana, karena saya tahu anda pasti sudah pandai membaca, tetapi yang lebih penting adalah kesadaran diri masing-masing untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman dalam berkendara. Sekian, terimakasih :)

*Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya hanya ingin berbagi uneg-uneg saya, dan mudah-mudahan juga anda berpikir demikian. hehe

NB: Ini lebih ke kendaraan umum/pribadi yang tidak termasuk dalam kendaraan yang diprioritaskan menurut UU LLAJ (seperti ambulans, pemadam kebarakan, dll) karena mereka punya tugas dalam keadaan darurat, sehingga dikecualikan.

Bandung, 14 Juli 2012

Dalam kesakitan teruji kesabaran. Dalam perjuangan teruji keikhlasan. Dalam ukhuwah teruji ketulusan. Dalam tawakal teruji keyakinan

  • 0
Dalam kesakitan teruji kesabaran.
Dalam perjuangan teruji keikhlasan.
Dalam ukhuwah teruji ketulusan.
Dalam tawakal teruji keyakinan

Hidup ini indah jika semuanya karena Allah SWT

Popular posts